Penataan Kawasan Barito, Pasar Jaya Siapkan Tempat Relokasi untuk Pedagang Plus Gratis Sewa 3 Bulan

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan penataan kawasan Barito, Jakarta Selatan, sebagai bagian dari pembangunan Taman Bendera Pusaka.

oleh Delvira HutabaratDiperbarui 09 Agustus 2025, 10:43 WIB
Sejumlah kios-kios pakan burung di Pasar Barito, Jakarta Selatan (Jaksel) (Liputan6.com/Winda Nelfira)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan penataan kawasan Barito, Jakarta Selatan, sebagai bagian dari pembangunan Taman Bendera Pusaka. Bagi para pedagang yang selama ini beraktivitas di kawasan Barito, selama proses penataan berlangsung maka ditawarkan relokasi ke pasar-pasar yang dikelola oleh Perumda Pasar Jaya.

“Bebas biaya sewa selama tiga bulan di lokasi relokasi, serta kebebasan memilih lokasi relokasi sesuai preferensi dan kenyamanan pedagang,” kata Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Agus Himawan dalam keterangannya, Sabtu (9/8/2025).

Beberapa pasar yang ditawarkan antara lain Pasar Mampang Prapatan, Pondok Labu, Pondok Indah, Tebet Barat, Tebet Timur, Bata Putih, dan Kebayoran Lama. Agus mengatakan, pihaknya siap mendukung penuh kebijakan Pemprov DKI Jakarta terkait penataan kawasan Barito.

“Pasar Jaya siap mendukung apa yang diminta dan mendukung kebijakan Pemprov atau OPD terkait. Kami menyiapkan beberapa pilihan pasar sebagai lokasi relokasi, dan sebagai bentuk dukungan, pedagang yang pindah akan dibebaskan biaya sewa selama tiga bulan,” kata Agus.

 

Proses Relokasi

Suasana pedagang saat menunggu pembeli di pasar hewan Barito, Kebayoran Lama, Jakarta, Selasa (25/10/2022). Sebanyak 85 kios kini telah memiliki 'wajah baru' dengan tempat yang higienis, mengutamakan estetika, dan suasana tenang sehingga para pembeli maupun penjual bisa merasa nyaman saat melakukan transaksi. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Agus menambahkan, proses relokasi dilakukan secara terkoordinasi bersama Wali Kota Jakarta Selatan dan perangkat daerah terkait, termasuk dalam pendataan pedagang yang siap pindah ke pasar-pasar di bawah naungan Pasar Jaya.

“Kami bantu sepenuhnya untuk kepentingan pedagang, mulai dari pemilihan lokasi hingga kepindahan ke tempat baru. Saat ini kami masih melakukan koordinasi terkait daftar pedagang yang akan direlokasi,” pungkasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah menata dan menghubungkan tiga taman di sekitar kawasan Blok M, yakni Taman Langsat, Taman Ayodya, dan Taman Leuser. Ketiganya disatukan menjadi Taman Bendera Pusaka. 

Peletakan batu pertama pun telah dilakukan di Taman Langsat, Jakarta Selatan (Jaksel), oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung pada Jumat (8/8/2025).

Menurutnya, pembangunan Taman Bendera Pusaka itu tidak hanya sebagai ruang publik dan ruang terbuka hijau semata, tetapi juga sebagai infrastruktur prioritas pengendali banjir.

“Di tempat itu selalu banjir. Maka dengan demikian apa yang akan menjadi manfaat buat lokasi yang sekarang menjadi lokasinya Taman ASEAN atau ASEAN atau Blok M yang pertama adalah penanganan banjir,” ungkapnya.

Prioritas Utama

Dengan luas kurang lebih 5,6 hektare, taman itu akan dilengkapi juga berbagai fasilitas olahraga, seperti jogging track khusus sepanjang 1,2 kilometer, lapangan bulu tangkis, lapangan tenis, dan lapangan padel.

Pramono menyebut, penanganan banjir menjadi prioritas utama karena kawasan Blok M selama ini kerap tergenang saat musim hujan.

Dia berujar, sistem drainase baru akan diintegrasikan dengan desain taman, sehingga dapat menampung dan mengalirkan air dengan lebih efektif.

“Kami akan membuat sungai yang betul-betul, kalau dilihat dari atas, sungainya itu bening banget,” ucap Pramono.

Infografis 100 Hari Kerja Pramono Anung-Rano Karno Pimpin Jakarta. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya