Vinicius Junior dan Kylian Mbappe: Duet Bintang yang Masih Mencari Irama di Lini Depan Real Madrid

Real Madrid memiliki dua penyerang papan atas yang diakui dunia. Namun, mengubah potensi besar Vinicius Junior dan Kylian Mbappe menjadi harmoni di lapangan bukanlah tugas mudah.

oleh Aga Deta AndityaDiperbarui 08 Agustus 2025, 09:39 WIB
Pemain Real Madrid, Vinicius Junior (kanan) merayakan gol bersama Kylian Mbappe dalam laga lanjutan Liga Spanyol 2024/2025 melawan Girona di Santiago Bernabeu Stadium, Madrid, Minggu (23/02/2025) waktu setempat. (AFP/Pierre-Philippe Marcou)

Liputan6.com, Jakarta Real Madrid memiliki dua penyerang papan atas yang diakui dunia. Namun, mengubah potensi besar Vinicius Junior dan Kylian Mbappe menjadi harmoni di lapangan bukanlah tugas mudah.

Menurut laporan MARCA, kedua pemain ini masih mencari sentuhan yang membuat kerja sama mereka benar-benar hidup. Musim lalu menjadi gambaran bahwa keduanya belum sepenuhnya padu.

Dalam 47 laga bersama musim lalu, mereka hanya berhasil mencetak gol di pertandingan yang sama sebanyak delapan kali. Hasil tersebut jelas belum memenuhi ekspektasi klub sebesar Real Madrid.

Laga-laga tersebut terjadi melawan Real Sociedad, Espanyol, Celta Vigo (dua kali), Atalanta, Pachuca, Salzburg, dan Rayo Vallecano. Setelah duel kontra Rayo pada 9 Maret, tren ini bahkan terhenti.


Statistik yang Perlu Diperbaiki

Penyerang Real Madrid, Kylian Mbappe, merayakan gol yang dicetaknya bersama Vinicius Junior dalam laga melawan Celta Vigo dalam lanjutan La Liga Spanyol di Balaidos Stadium, Sabtu (19/10/2024). Real Madrid menang 2-1 dalam pertandingan ini. (AP Photo/Lalo R. Villar)

Sejak laga melawan Rayo Vallecano tersebut, Mbappe dan Vinicius tampil bersama di 13 dari 22 pertandingan berikutnya. Namun, tak satu pun dari pertandingan itu menghasilkan gol dari keduanya secara bersamaan.

Koneksi mereka juga kurang terlihat dalam kontribusi assist. Vinicius mencatat lima assist untuk Mbappe, sedangkan Mbappe hanya membalas dengan dua assist.

Bagi klub yang menuntut standar tertinggi, angka tersebut jauh dari memuaskan. Real Madrid ingin lebih dari sekadar kemampuan individu; mereka membutuhkan sinergi di lini depan.


Tantangan untuk Xabi Alonso

Jude Bellingham memberikan semangat kepada Vinicius Junior yang gagal mencetak gol via penalti saat Atletico menghadapi Real Madrid pada leg 2 babak perempat final Liga Champions 2024/2025 di Estadio Wanda Metropolitano, Kamis (13/3/2024) dini hari WIB. (Oscar DEL POZO CAÑAS / AFP )

Duet ini bukan sekadar dua bintang top, melainkan simbol era baru Real Madrid. Tantangannya adalah menjadikan mereka senjata mematikan yang saling melengkapi.

Xabi Alonso kini memiliki tugas besar, bukan hanya meraih hasil di papan skor, tetapi juga membangun hubungan permainan yang harmonis di lapangan.

Jika chemistry ini terbentuk, dampaknya bisa mengubah Real Madrid dari tim yang bagus menjadi tim yang tak terbendung di semua kompetisi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya