Rebalancing MSCI Diumumkan, Ini Deretan Saham yang Masuk

MSCI (Morgan Stanley Capital International) secara resmi mengumumkan hasil penyesuaian atau rebalancing indeks yang akan mulai berlaku pada 27 Agustus 2025.

oleh Gagas Yoga PratomoDiterbitkan 08 Agustus 2025, 07:49 WIB
MSCI (Morgan Stanley Capital International) secara resmi mengumumkan hasil penyesuaian atau rebalancing indeks yang akan mulai berlaku pada 27 Agustus 2025. (Foto by AI)

Liputan6.com, Jakarta MSCI (Morgan Stanley Capital International) secara resmi mengumumkan hasil penyesuaian atau rebalancing indeks yang akan mulai berlaku pada 27 Agustus 2025.

Melansir pengumuman MSCI, Jumat (8/8/2025), dalam pembaruan kali ini, dua emiten yakni PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) resmi masuk ke dalam daftar MSCI Global Standard Index

Adapun, masuknya dua saham tersebut menggantikan posisi PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) yang kini dipindahkan ke MSCI Small Cap Index.

Untuk MSCI Small Cap Index, selain ADRO, ada sejumlah saham lain yang turut masuk, yaitu PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI), PT MNC Tourism Indonesia Tbk. (KPIG), PT Petrosea Tbk. (PTRO), PT Raharja Energi Cepu Tbk. (RATU), serta PT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG).

Kemudian, ada dua saham yang dikeluarkan dari indeks Small Cap tersebut adalah PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) dan PT Panin Financial Tbk. (PNLF).

Sebelumnya, beberapa saham tersebut sebelumnya diperkirakan memang akan masuk ke dalam indeks MSCI. Investment Analyst Edvisor Profina Visindo, Indy Naila mengungkapkan, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) berpotensi masuk.

Lalu untuk PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) juga diprediksi akan masuk ke indeks MSCI untuk masuk ke MSCI small cap index. 

“SSIA dengan lonjakan Harga juga baru-baru ini berpotensi masuk ke MSCI small cap index,” ujarnya kepada Liputan6.com, Kamis (7/8/2025). 

 

Saham Konglomerat

Pejalan kaki melintas dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta, Senin (13/1/2020). IHSG sore ini ditutup di zona hijau pada level 6.296 naik 21,62 poin atau 0,34 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Adapun menurut, Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, menilai tren penguatan sejumlah saham konglomerat sudah mencerminkan sentimen positif terkait Rebalancing Index MSCI. Menurutnya, saham-saham seperti milik Barito Group telah lebih dulu mencatatkan kenaikan harga.

“Ini terkait dengan Rebalancing Index MSCI ya. Sebenarnya begini ya, sebenarnya itu sudah terpricing oleh adanya trend kenaikan harga saham. Misalnya dialami oleh saham-saham konglomerat seperti Barito Group, ya,” ujar Nafan kepada Liputan6.com.

Ia mencontohkan beberapa saham yang mencerminkan tren tersebut seperti TPIA, PTRO, CUAN, dan BREN. Saham ini yang diprediksi akan masuk dalam indeks MSCI.

 

Kontribusi Signifikan

Pekerja beraktivitas di BEI, Jakarta, Selasa (4/4). Sebelumnya, Indeks harga saham gabungan (IHSG) menembus level 5.600 pada penutupan perdagangan pertama bulan ini, Senin (3/4/2017). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Selain itu, saham-saham ini juga memberikan kontribusi signifikan terhadap pergerakan positif indeks harga saham gabungan (IHSG), khususnya pada kuartal kedua tahun ini.

“Nah ini saham-saham konglomerat ini seperti dari Barito Group ini, ini sebenarnya sudah memberikan katalis, sudah memberikan efek yang positif, ya. Sudah memberikan peran yang penting dalam men-driven trend kenaikan IHSG, terutama di sepanjang 3 bulan kedua tahun ini, ya,” jelasnya.

Ia juga menambahkan sepanjang kuartal kedua, IHSG menunjukkan tren yang lebih baik dibandingkan kuartal sebelumnya yang cenderung lesu.

“Seperti itu, sebab kalau 3 bulan satu tahun ini kan agak relatively downtrend, ya kan. Agak relatively downtrend, ya. Tapi kalau di 3 bulan kedua, adanya sudah bagus, ya. Sudah uptrend, begitu, ya,” pungkasnya. 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya