Liputan6.com, Jakarta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap tujuh orang dari dua lokasi berbeda, terkait operasi tangkap tangan (OTT) di Sulawesi Tenggara.
“Tim yang di Jakarta membawa atau mengamankan tiga orang. Kemudian tim dari Kendari atau Sulawesi Tenggara, kami mengamankan 4 orang,” kata Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (7/8). Dikutip dari Antara.
Advertisement
Asep mengatakan tujuh orang tersebut telah ditangkap dan sedang berproses untuk dibawa ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.
“Jadi, nanti rekan-rekan tinggal ditunggu saja karena perjalanannya cukup jauh gitu ya, sehingga mungkin akan sampai di tengah malam nanti atau besok (Jumat 8/8) pagi,” lanjutnya.
Sementara itu, dia mengatakan tujuh orang yang ditangkap tersebut berlatar belakang aparatur sipil negara dan swasta.
Selain itu, dia mengatakan terdapat satu tim yang masih bertugas di Sulawesi Selatan.
“Untuk yang tim di Sulawesi Selatan, masih kami sama-sama tunggu. Demikian mungkin yang bisa kami sampaikan,” ujarnya.
NasDem Bantah Bupati Kolaka Timur Ditangkap
Partai NasDem membantah keras kabar yang menyebut KPK melakukan OTT terhadap Bupati Kolaka Timur, Abdul Azis. Kabar OTT Abdul Azis diungkapkan Wakil Ketua KPK Johanis Tanak.
Bendahara Umum NasDem, Ahmad Sahroni memastikan, Abdul Azis tidak sedang diamankan KPK, melainkan hadir mengikuti Rapat Kerja Nasional (Rakernas) NasDem di Makassar, Sulawesi Selatan.
"Berita yang disampaikan Pak Johanis Tanak tidak benar. Abdul Aziz ada di sebelah saya dan sedang mengikuti Rakernas Partai NasDem di Makassar," tegas Sahroni yang duduk di samping kanan Abdul Azis saat konferensi pers, Kamis (7/8).
Sahroni menegaskan, pihaknya menghormati proses hukum, namun mempertanyakan motif di balik penyebaran kabar OTT tersebut yang menurutnya terkesan dramatis.
"Kenapa kita mesti jadikan drama dalam proses penegakan hukum? Sangat disayangkan kalau akhirnya drama ini dimainkan oleh produk yang kita tidak tahu maksud dan tujuannya seperti apa," ungkapnya.
Respons KPK
Ketua KPK, Setyo Budiyanto menegaskan, KPK belum menyebut secara detail pihak-pihak yang diamankan dalam OTT tersebut.
Pernyataan Setyo sekaligus menanggapi Bendahara Umum NasDem Ahmad Sahroni mengenai isu Abdul Azis yang disebut terjaring OTT KPK.
"Penjelasan awal KPK hanya membenarkan adanya OTT, belum menyebutkan orang yang terlibat," kata dia kepada wartawan, Kamis (7/8).
Dalam OTT tersebut, Dia menegaskan, KPK turut mengamankan beberapa pihak dari PNS maupun swasta. Sementara saat itu, bupati sedang tidak berada di lokasi.
"Memang Bupati sedang tidak ditempat, tapi ada beberapa pihak (swasta dan PNS) yang diamankan," ucap dia.