Liputan6.com, Jakarta - Komunitas Rwanda di Indonesia merayakan Umuganura atau Hari Panen Nasional pada Jumat (1/8), sebuah festival budaya yang menandai rasa syukur atas hasil panen dan pencapaian pembangunan. Acara ini turut dihadiri oleh anggota komunitas diplomatik dan sahabat-sahabat Rwanda.
Umuganura merupakan perayaan penting dalam budaya Rwanda, yang menghormati kerja keras para petani serta melimpahnya hasil pertanian lokal. Momen ini menjadi ajang berkumpul bagi keluarga dan komunitas untuk merayakan keberkahan musim panen, serta menyoroti peran vital pertanian dalam kehidupan sehari-hari, budaya, dan perekonomian.
Advertisement
"Sekarang ini, makna Umuganura telah meluas, tidak hanya mencakup hasil panen dari sektor pertanian, namun juga meliputi capaian dari sektor-sektor lain yang berkontribusi pada pembangunan nasional, seperti kesehatan, pendidikan, TIK, olahraga, pertambangan, infrastruktur, budaya, dan pariwisata," ujar Duta Besar Rwanda untuk Indonesia Abdul Karim Harelimana di Jakarta.
Duta Besar Mozambique dan Ketua Misi Diplomatik Afrika di Indonesia Belmiro Jose Malate juga menekankan dimensi kolektif dari Umuganura.
"Umuganura merupakan kesempatan untuk memperkuat semangat Ubuntu Afrika, yang berarti kebersamaan. Makna dari upacara ini melampaui batas-batas negara Rwanda dan mencerminkan semangat seluruh Benua Afrika," katanya.
Sebagai simbol penghormatan terhadap kontribusi para petani dan produsen pangan, Umuganura menegaskan pentingnya ketahanan pangan dan kerja kolektif dalam membangun bangsa, tidak hanya bagi Rwanda, namun juga bagi seluruh Afrika.