Sekolah Rakyat Banyuwangi Latih Kedisiplinan dan Kemandirian Sejak Usia Dini

Sebanyak 108 siswa kini mulai terbiasa dengan suasana asrama dan pola hidup baru yang diterapkan di sekolah tersebut.

oleh Gilar RamdhaniDiperbarui 07 Agustus 2025, 18:42 WIB
(Foto:Dok.Pemkab Jember)

Liputan6.com, Banyuwangi - Sejak dibuka pada 14 Juli 2025 lalu, kegiatan belajar di Sekolah Rakyat Banyuwangi yang berlokasi di Desa Tamansari, Kecamatan Licin, telah memasuki pekan ketiga. Sebanyak 108 siswa kini mulai terbiasa dengan suasana asrama dan pola hidup baru yang diterapkan di sekolah tersebut.

Pada suatu siang, tampak Naura Masita, siswi kelas 1 SD Sekolah Rakyat, berjalan sendiri sambil menenteng gantungan baju. Anak asal Desa Paspan, Kecamatan Glagah itu terlihat bersemangat dan ceria saat berlari kecil membawa baju yang telah kering setelah dijemur.

“Mau ke kamar naruh baju bersih yang sudah dicuci. Belajar cuci sendiri sambil diajari kakak dan Bu Guru,” celoteh Naura.

Tiap hari Naura dibantu kakak asuhnya yang merupakan siswa SMA, belajar mencuci dan menjemur pakaian sendiri.

Tidak hanya Naura, sejumlah siswia lainnya juga terlihat mengambil baju di jemuran yang telah kering, sembari memanfaatkan waktu istirahat sekolah sebelum memulai Salah Zuhur berjemaah dan makan siang bersama.

“Kita ajarkan mereka untuk disiplin, memanfaatkan waktu yang ada. Meski begitu, mereka masih ada waktu untuk bermain,” kata Kepala Sekolah Rakyat Banyuwangi, Chitra Arti Maharani, Kamis (7/8/2025).

 

(Foto:Dok.Pemkab Jember)

Chitra mengatakan, saat ini anak-anak masih dalam masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) hingga akhir Agustus. Pembelajaran akademik baru akan dimulai pada awal September.

"Selama sebulan ini kita ajarkan dulu kebiasaan di sini. Mereka juga kita ajari life skill, seperti mencuci, menyapu, hingga membersihkan kamar," kata Chitra.

Aktivitas mereka, kata Chitra, diawali dari pagi hari. Diawali dari Salat Subuh berjamaah, dilanjutkan olahraga selama 30 menit. Kemudian persiapan mandi, untuk pukul 06.30 mereka apel pagi, lanjut salat Dhuha.

Pelajaran dimulai tepat pkl 07.00. Kelas 1 sampai 3 SD selesai pukul 12.00, kelas 4 - 6 SD hingga pukul 13.30. SMP dan SMA hingga pukul 15.00. Setiap pukul 11.30 mereka istirahat untuk Salat Zuhur lanjut makan siang.

Usai pembelajaran sekolah, para siswa tersebut mengikuti kegiatan ekstra. Seperti ekstra penguatan bahasa Inggris, Teknologi Informasi dan Komunikasi, mengaji, hingga kepanduan.

"Kalau Sabtu mereka mengikuti ekstra kurikuler pilihan mereka. Ada yang milih silat, tari, juga ada hadrah. Minggu waktunya istirahat dan bersih-bersih asrama serta lingkungan sekitar. Minggu juga jadwal dikunjungi keluarga," kata Chitra.

"Selain guru pengajar, mereka juga diawasi sembilan wali asuh dan dua wali asrama," imbuhnya.

 

(Foto:Dok.Pemkab Jember)

Perlahan, para siswa sudah menunjukkan perubahan positif dalam hal kedisiplinan, kemandirian, dan semangat mengikuti kegiatan. Bahkan mereka mulai aktif terlibat dalam berbagai aktivitas di sekitar lingkungan sekolah.

“Anak-anak juga senang dilibatkan berbagai kegiatan luar ruang seperti paskibra, gerak jalan kecamatan, dan jalan sehat desa untuk memeriahkan HUT ke-80 Kemerdekaan RI,” sambungnya.

Ia menambahkan, pengawasan terhadap asupan gizi anak-anak juga diawasi ketat. Makanan disiapkan tiga kali sehari, ditambah dua kali snack siang dan malam. Semua proses penyajian diawasi langsung oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi.

“Kami memastikan makanan yang diberikan higienis dan kebutuhan gizi anak-anak tercukupi,” sambungnya.

 

(*)

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya