Tak Bisa Langsung Main? AS Monaco Tetap Untung Rekrut Paul Pogba

AS Monaco tak merugi meski mereka tak bisa langsung memainkan gelandang barunya, Paul Pogba.

oleh Dimas Ardi PrasetyaDiperbarui 07 Agustus 2025, 18:07 WIB
Paul Pogba saat diperkenalkan sebagai pemain Monaco. (X/Monaco)

Liputan6.com, Jakarta AS Monaco resmi memperkenalkan Paul Pogba sebagai rekrutan anyar mereka. Namun sayangnya, sang gelandang belum bisa langsung memperkuat tim hingga tiga bulan ke depan.

Pogba sebelumnya tersandung kasus doping saat masih berkostum Juventus. Setelah melalui proses hukum yang panjang, ia akhirnya dijatuhi larangan bermain selama empat tahun.

Beruntung bagi Pogba, ia mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). Hukuman berat tersebut pun dikurangi menjadi 18 bulan atau satu setengah tahun saja.

Masa sanksinya resmi berakhir pada Maret 2025 lalu, yang membuka jalan bagi Pogba untuk kembali berkarier secara profesional. Kini, ia bersiap menjalani babak baru bersama Monaco.


Sempat Diincar Banyak Klub, Pogba Pilih Kembali ke Ligue 1

Gelandang asal Prancis, Paul Pogba, bergabung bersama AS Monaco setelah menandatangani kontrak berdurasi dua tahun. (@AS Monaco)

Setelah bebas dari sanksi, status Paul Pogba adalah pemain bebas transfer usai Juventus melepasnya. Keputusan itu diambil klub pada tahun 2024.

Meski sudah memasuki usia 32 tahun dan rentan cedera, Pogba tetap menarik minat banyak klub. Ia menerima tawaran dari berbagai penjuru dunia.

Ada klub dari MLS, Arab Saudi, dan Jepang yang mengincarnya, serta beberapa klub dari tanah kelahirannya di Prancis. Salah satu nama yang cukup menonjol adalah Marseille.

Namun pada akhirnya, Pogba memilih bergabung dengan AS Monaco. Ia menandatangani kontrak berdurasi dua tahun hingga tahun 2027 mendatang.


Strategi Baru Monaco: Kombinasi Pengalaman dan Talenta Muda

Pemain Monaco merayakan kemenangan bersama para pendukung mereka setelah memenangkan pertandingan sepak bola putaran pertama Liga Champions UEFA antara AS Monaco dan FC Barcelona di Stadion Louis II di Kerajaan Monaco pada 19 September 2024.Miguel MEDINA / AFP

Dalam beberapa musim terakhir, AS Monaco melakukan penyesuaian terhadap strategi transfer mereka. Mereka kini mencoba menyeimbangkan antara pemain muda dan pemain berpengalaman.

Perekrutan Paul Pogba menjadi simbol dari arah baru ini. Klub masih tetap berkomitmen pada pengembangan talenta lokal.

Akademi Monaco terus melahirkan nama-nama menjanjikan seperti Maghnes Akliouche, Eliesse Ben Seghir, dan Soungoutou Magassa. Ketiganya mulai mendapatkan tempat di tim utama.

Tak hanya itu, klub juga aktif mendatangkan pemain muda dari luar negeri. Di antaranya ada George Ilenikhena, Christian Mawissa, dan Lamine Camara yang direkrut musim panas lalu.


Monaco Akui Butuh Koreksi Komposisi Tim

Penyerang Monaco asal Jepang #18, Takumi Minamino, melakukan selebrasi dengan rekan setimnya setelah mencetak gol keempat timnya dalam pertandingan Liga Champions, fase Liga - Matchday 3, antara AS Monaco dan FK Crvena Zvezda (Red Star Belgrade) di Stadion Louis II, Monaco, Rabu dini hari WIB (23/10/2024). (Valery HACHE/AFP)

Direktur olahraga Monaco, Thiago Scuro, sempat mengungkapkan adanya evaluasi internal terkait keseimbangan skuad. "Setahu saya, di musim panas, dengan target yang kami miliki, kami menjadi terlalu muda," ujarnya kepada BBC.

Lanjut Baca:

Scuro menyebut bahwa Monaco kini juga membidik pemain dengan pengalaman dan kualitas terbukti. Mereka sempat mencoba memboyong Jordan Henderson, tapi gagal mencapai kesepakatan. Sebagai alternatif, Monaco hanya meminjam Moatasem Al-Musrati dan tak mengaktifkan opsi pembeliannya. Di musim panas ini, mereka berhasil mendatangkan Eric Dier dari Bayern Munich secara gratis. Dier diharapkan dapat memperkuat lini belakang yang sebagian besar masih dihuni pemain belia. "Kami ingin mempertahankan strategi (berpusat pada pemain muda) kami, menyeimbangkannya sedikit tetapi tidak menyimpang darinya," tambah Scuro.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya