CTO Ripple Tantang CEO Custodia Bahas Kritik XRP dan Stablecoin RLUSD

CTO Ripple David Schwartz siap berdiskusi terbuka dengan CEO Custodia Bank untuk meluruskan kritik soal XRP, RLUSD, dan desentralisasi jaringan.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 07 Agustus 2025, 16:35 WIB
Ilustrasi aset kripto XRP. (Gambar by AI)

Liputan6.com, Jakarta - Chief Technology Officer (CTO) Ripple David Schwartz, angkat suara merespons kritik dari CEO Custodia Bank Caitlin Long, yang mempertanyakan arah pengembangan Ripple, XRP, dan stablecoin RLUSD.

Schwartz menyatakan kesiapannya untuk berdiskusi secara terbuka demi meluruskan kesalahpahaman soal teknologi Ripple.

Dikutip dari coinmarketcap, Kamis (7/8/2025), pertukaran pendapat ini bermula dari pernyataan Long dalam sebuah podcast pada awal Agustus 2025.

Ia menyebut bahwa Bitcoin dan Ethereum lebih cocok untuk tokenisasi dibandingkan Ripple, yang menurutnya memiliki distribusi token kurang ideal dan belum mampu menggantikan sistem pembayaran global seperti SWIFT, meskipun telah beroperasi lebih dari satu dekade.

Ripple, yang berdiri sejak 2012 dan berbasis di San Francisco, dikenal sebagai pelopor solusi pembayaran lintas batas menggunakan XRP sebagai aset digital utamanya. Transaksi dilakukan melalui XRP Ledger (XRPL), blockchain terdesentralisasi yang mendukung penyelesaian transaksi secara cepat dan efisien.

Menanggapi kritik tersebut, Schwartz menyatakan melalui akun X (Twitter) pada 7 Agustus bahwa ia siap berdiskusi langsung “kapan pun” Long bersedia. Ia juga merujuk pada klarifikasi dari salah satu validator XRP Ledger ternama, Vet (@Vet_X0).

 

Bantahan Soal ICO dan Sentralisasi

Ilustrasi kripto XRP. (Foto by AI)

Dalam utasnya, Vet menjelaskan bahwa Ripple tidak pernah menggelar ICO (Initial Coin Offering) seperti proyek kripto lainnya. Seluruh 100 miliar XRP langsung diterbitkan saat peluncuran pertama di akun Genesis Ledger, dan pada saat itu tidak memiliki nilai pasar.

Ia juga membantah anggapan bahwa XRP Ledger bersifat tersentralisasi. Menurutnya, jaringan ini kini dijalankan oleh lebih dari 1.000 node dan 100 validator independen, menegaskan sifat desentralisasi dari infrastruktur Ripple.

 

Stablecoin RLUSD: Dibangun di XRP dan Ethereum

Ilustrasi kripto XRP. (Foto by AI)

Vet juga mengonfirmasi bahwa stablecoin RLUSD, yang dipatok ke dolar AS, diterbitkan di dua jaringan sekaligus: Ethereum dan XRP Ledger. Ripple disebut terus mengembangkan ekosistemnya, termasuk dengan membangun bursa terdesentralisasi (DEX) asli dan meningkatkan fitur jaringan secara berkala.

Menutup tanggapannya, Schwartz mengundang Caitlin Long untuk berdialog langsung demi membahas secara jernih teknologi dan roadmap Ripple, sekaligus menanggapi kritik dengan pendekatan terbuka dan berbasis data.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya