Detik-Detik Bocah 4 Tahun di Cibadak Sukabumi Tewas Usai Hanyut di Gorong-Gorong

Seorang anak laki-laki berusia empat tahun inisial MI, ditemukan meninggal dunia setelah hanyut terbawa arus deras di saluran drainase di Kampung Kaum Kidul, Sukabumi.

oleh Fira SyahrinDiperbarui 06 Agustus 2025, 20:56 WIB
Proses evakuasi bocah 4 tahun yang tewas terseret arus di gorong-gorong Kampung Kaum Kidul, Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi. (Dok. Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Seorang anak laki-laki berusia empat tahun inisial MI, ditemukan meninggal dunia setelah hanyut terbawa arus deras di saluran drainase di Kampung Kaum Kidul, Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, pada Selasa 6 Agustus 2025.

Berdasarkan laporan dari Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, korban sedang bermain di dekat saluran drainase sekitar pukul 15.30 WIB, saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

"Anak tersebut terpeleset ke dalam saluran drainase yang saat itu debit airnya sangat deras akibat hujan," ujar Deden dalam keterangannya, Rabu (6/8/2025).

Arus yang kuat kemudian menyeret korban masuk ke dalam gorong-gorong sepanjang kurang lebih 200 meter.

Melihat kejadian itu, keluarga dan warga sekitar segera melakukan pencarian. Mereka menyisir sepanjang gorong-gorong di sekitar lokasi kejadian dengan harapan bisa menemukan korban secepatnya.

Pencarian yang berlangsung hampir satu jam itu akhirnya membuahkan hasil. Sekitar pukul 16.44 WIB, korban ditemukan oleh warga dalam kondisi meninggal dunia di gorong-gorong yang terletak di belakang PT. Daehan Global Karangtengah.

 

Dievakuasi Keluarga

Proses evakuasi bocah 4 tahun yang tewas terseret arus di gorong-gorong Kampung Kaum Kidul, Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi. (Dok. Istimewa)

“Setelah ditemukan, jasad langsung dievakuasi oleh keluarga dan warga untuk dibawa pulang ke rumah orang tuanya,” jelasnya.

Kabar duka ini menyelimuti keluarga Badrudin (41) dan Rani Rusmiasari (38), yang merupakan orang tua korban.

Dalam proses pencarian dan penanganan kejadian ini, sejumlah unsur terkait turut berpartisipasi. Mereka bekerja sama di lapangan untuk memastikan proses pencarian berjalan lancar.

Beberapa pihak yang terlibat antara lain Kepala Desa dan perangkat Desa Karangtengah, Babinsa, Bhabinkamtibmas, POLPP, BPBD Kabupaten Sukabumi, P2BK Kecamatan Nagrak, Karang Taruna, Pramuka Peduli, Security PT. Daehan Global, Relawan Kroscek Kecamatan Cibadak, serta Ketua RT, RW, dan warga setempat.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya