Ban Kapten Liga Italia 2025/26: Dari El Shaarawy yang Gusur Lorenzo Pellegrini, Sosok Setia, hingga Simbol Kekuatan Tim

Fenomena ini jadi bagian dari kisah menarik para kapten di Liga Italia 2025/26.

oleh Gia Yuda PradanaDiperbarui 06 Agustus 2025, 16:28 WIB
Para pemain AS Roma merayakan gol yang dicetak Lorenzo Pellegrini ke gawang Hellas Verona, Minggu (21/1/2024) dini hari WIB. (AP Photo/Andrew Medichini)

Liputan6.com, Jakarta Gian Piero Gasperini langsung membuat keputusan mengejutkan usai ditunjuk sebagai pelatih baru AS Roma. Ia menghapus sistem kapten tetap dan menggantinya dengan aturan berbasis jumlah penampilan pemain.

Lorenzo Pellegrini, yang sudah menjadi kapten sejak 2021, kini harus berbagi peran dengan rekan-rekannya. Musim depan, El Shaarawy berpeluang besar mengenakan ban kapten berkat rekor penampilannya bersama Roma.

Fenomena ini jadi bagian dari kisah menarik para kapten di Liga Italia 2025/26. Ada sosok setia, pemimpin baru, simbol kekuatan tim, hingga kisah dongeng sepak bola yang menghiasi setiap klub. Mari menyelami cerita mereka.


El Shaarawy, Ban Kapten dan Era Baru di Roma

Penyerang AS Roma, Stephan El Shaarawy melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang CSKA Sofia pada pertandingan grup C Liga Europa di Stadion Olimpiade Roma, Jumat (17/9/2021). AS Roma menang telak atas CSKA Sofia 5-1. (AP Photo/Andrew Medichini)

Stephan El Shaarawy tercatat memiliki 320 penampilan bersama Roma, tertinggi di antara pemain aktif saat ini. Ia mengungguli Bryan Cristante (318 laga) dan Lorenzo Pellegrini (316 laga).

Dengan aturan baru Gasperini, El Shaarawy kemungkinan besar jadi kapten saat Roma memulai musim baru. Pellegrini dan Cristante tetap punya peluang, tergantung siapa paling banyak bermain di tiap laga.

Situasi ini memunculkan atmosfer baru dalam ruang ganti Roma. Tak ada lagi hierarki tetap, hanya kepercayaan berbasis kontribusi nyata di lapangan.


Para Kapten Ikonik: Cinta Lama Tak Pernah Mati

Selebrasi gelandang Sassuolo, Domenico Berardi setelah mencetak gol ke gawang Bologna pada laga Liga Italia 2022/2023 di Mapei Stadium, Reggio Emilia, Sassuolo (8/5/2023). Domenico Berardi yang resmi menjadi milik Sassuolo pada awal musim 2015/2016 setelah dua musim berstatus pinjaman dari Juventus ini total telah mencetak 9 gol dan 6 assist dari 22 laga di Liga Italia musim 2022/2023. (LaPresse via AP Photo/Gianni Santandrea)

Marten de Roon kembali memperkuat Atalanta sejak 2017 setelah petualangan singkat di Inggris. Ia langsung menjadi simbol kota Bergamo, dikenal lewat candaan viral “New York indah, tapi Bergamo beda.”

Di Cagliari, Leonardo Pavoletti masih bertahan meski usia tak lagi muda. Ia jadi pahlawan promosi musim lalu dan tetap dipercaya memimpin tim dengan semangat tak kunjung padam.

Sassuolo tak bisa dipisahkan dari Domenico Berardi, sang legenda hidup. Selama 14 tahun, ia setia berseragam hijau-hitam meski sempat diterpa cedera serius musim lalu.


Pemimpin Baru: Simbol Harapan dan Identitas Klub

Kiper asal Prancis berusia 28 tahun, Mike Maignan yang didatangkan AC Milan sejak awal musim 2021/2022 dari LOSC Lille mampu membawa Rossoneri menempati posisi kedua klasemen sementara Serie A 2023/2024 dengan mengoleksi 65 poin setelah melewati 30 laga. Hanya absen 3 kali dari 30 laga, ia mampu mencatat 10 kali clean sheet dan kebobolan 32 gol. (AFP/Marco Bertorello)

Mike Maignan mencetak sejarah di AC Milan sebagai kapten asing pertama sejak 1961. Ia sempat nyaris hengkang sebelum Massimiliano Allegri meyakinkannya bertahan sebagai pemimpin tim.

Manuel Locatelli jadi wajah baru Juventus, sesuai dengan harapan pelatih sebelumnya, Thiago Motta. Sang gelandang tumbuh sebagai fan Juventus dan kini menjadi jantung di lini tengah Si Nyonya Tua.

Lanjut Baca:

Di Inter, Lautaro Martinez tetap jadi simbol kekuatan Nerazzurri. Usai musim mengecewakan, ia bertekad membawa tim kembali berjaya dan terus menegaskan statusnya sebagai kapten sejati.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya