Trump Ungkap Daftar Calon Pengganti Ketua The Fed, Scott Bessent Dicoret

Presiden Trump mengonfirmasi bahwa Scott Bessent tidak ingin menjadi Ketua The Fed dan menyusun daftar baru berisi empat kandidat.

oleh Nadjwa Dwi YulianitaDiterbitkan 06 Agustus 2025, 16:20 WIB
The Fed (www.n-tv.de)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkapkan bahwa Menteri Keuangan (Menkeu) Scott Bessent telah menyatakan tidak berminat untuk menjadi Ketua Federal Reserve (The Fed). Pernyataan ini membuat Bessent resmi dicoret dari daftar calon pengganti Jerome Powell.

Dikutip dari The New York Times, Rabu (6/8/2025), Donald Trump mengatakan bahwa Bessent telah menyampaikan keputusannya secara langsung sehari sebelumnya

.“Saya mencintai Scott, tetapi dia ingin tetap di tempatnya,” kata Trump.

“Saya baru saja bertanya kepadanya tadi malam, ‘Apakah ini yang Anda inginkan?’ dan dia bilang, ‘Tidak, saya ingin tetap di sini.’” tambah Trump. 

Ia pun menyebut telah mempersempit pilihannya menjadi empat nama. Dua di antaranya adalah mantan gubernur Federal Reserve, Kevin Warsh, dan Direktur Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih, Kevin Hassett.

“Saya pikir kedua Kevin itu berkinerja baik,” ujar Trump. “Dan saya punya dua orang lain yang berkinerja baik.”

Meski Trump telah lama mengkritik Powell karena tidak menurunkan suku bunga sesuai keinginannya, ia belum secara resmi mencopot Powell dari jabatan ketua The Fed, yang akan berakhir pada Mei 2026.

Trump juga menyatakan bahwa ia akan segera menentukan siapa yang akan dipilih untuk menggantikan Powell. Salah satu opsinya adalah menempatkan kandidat pilihannya di kursi Dewan Gubernur Federal Reserve, menggantikan Adriana D. Kugler yang baru-baru ini mengundurkan diri lebih awal dari jabatannya.

Meski masa tugasnya seharusnya berakhir pada Januari, pengunduran diri Kugler memberi Trump kesempatan untuk lebih cepat menunjuk pengganti yang potensial menjadi Ketua The Fed di masa mendatang.

“Terkadang mereka semua sangat baik sampai Anda menempatkan mereka di sana, dan kemudian mereka tidak begitu baik,” kata Trump, merujuk pada pengalamannya mengangkat pejabat tinggi yang kemudian mengecewakan.

Donald Trump Pecat Pejabat Biro Statistik Tenaga Kerja AS Usai Rilis Data

Presiden ke-47 AS Donald Trump menandatangani sejumlah perintah eksekutif setelah dilantik. (AFP)

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Jumat, 1 Agustus 2025 memecat komisaris Biro Statistik Tenaga Kerja, beberapa jam setelah lembaga tersebut melaporkan pertumbuhan lapangan kerja di AS telah melambat hingga hampir terhenti.

Mengutip CNBC, Sabtu (2/8/2025), dalam sebuah unggahan di Truth Social, Trump menuding komisaris Biro Statistik Tenaga Kerja Erika McEntarfer sebagai pejabat politik yang memanipulasi data lapangan kerja.

"Saya baru saja diberitahu, angka lapangan kerja negara kita diproduksi pejabat yang ditunjuk Biden, Dr Erika McEntarfer, kepala statistik tenaga kerja yang memalsukan angka lapangan kerja sebelum pemilu untuk mencoba meningkatkan peluang kemenanhgan Kamala (Harris),” tulis Trump.

"Kita membutuhkan angka lapangan kerja yang akurat. Saya telah mengarahkan tim saya untuk memecat pejabat politik Biden ini, SEGERA. Dia akan digantikan dengan seseorang jauh lebih kompeten dan berkualitas,” ia menambahkan.

Kepada CNBC, seorang juru bicara biro tersebut menuturkan, Biro Statistik Tenaga Kerja mengkonfirmasi komisaris Erika McEntarfer telah diberhentikan Jumat, 1 Agustus 2025.

The Bureau of Labor (BLS) atau Biro Statistik Tenaga Kerja di bawah Departemen Tenaga Kerja yang pimpinannya Lori Chavez-DeRemer ditunjuk oleh Trump.

Usai Rilis Data Tenaga Kerja

Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Dok. AFP)

Pergerakan mengejutkan ini terjadi pada hari yang sama ketika BLS melaporkan penambahan hanya 73.000 lapangan kerja nonpertanian pada Juli, di bawah ekspektasi pasar.

Selain itu, biro tersebut merevisi data dua bulan sebelumnya secara tajam, memangkas total 258.000 dari hitungan sebelumnya, sehingga tingkat pertumbuhan tiga bulan menjadi hanya 35.000. Ini merupakan revisi penurunan dua bulan terbesar sejak April 2020, masa-masa awal krisis Covid.

Trump dan anggota Kongres dari Partai Republik telah berulang kali mengkritik BLS selama bertahun-tahun atas pengumpulan datanya. Khususnya, revisi besar-besaran tersebut telah menjadi sasaran. Trump mencatat BLS tahun lalu juga mengumumkan revisi besar, yang mengurangi kenaikan gaji 12 bulan sebelum Maret 2024 sebesar 818.000.

Dalam rencana belanja tahun ini, Trump mengusulkan pengurangan staf sebesar 8% di biro tersebut, yang menimbulkan pertanyaan mengenai integritas perhitungannya terkait ketenagakerjaan, harga konsumen, dan berbagai metrik ekonomi lainnya. Biro tersebut terpaksa memasukkan semakin banyak data estimasi ke dalam sejumlah laporannya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya