Saham COIN Melonjak 23,97% saat IHSG Melemah Terbatas

Berikut pergerakan saham PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah tipis, Rabu (6/8/2025).

oleh Agustina MelaniDiperbarui 06 Agustus 2025, 13:10 WIB
Penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (4/7/2024) menunjukan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona hijau. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Harga saham PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) melonjak hingga penutupan perdagangan sesi pertama, Rabu (6/8/2025).Kenaikan harga saham COIN itu terjadi di tengah laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah tipis.

Mengutip data RTI, harga saham COIN hari ini pada sesi pertama ditutup melonjak 23,97% ke posisi Rp 1.500 per saham. Harga saham COIN dibuka bertambah 60 poin ke posisi Rp 1.270 per saham. Saham COIN berada di level tertinggi Rp 1.500 dan terendah Rp 1.250 per saham. Total frekuensi perdagangan 66.527 kali dengan volume perdagangan 2.749.162 saham. Nilai transaksi Rp 391,2 miliar.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah tipis hingga sesi pertama perdagangan Rabu pekan ini. IHSG turun 0,01% ke posisi 7.514,66. Indeks LQ45 merosot 0,52% ke posisi 792,08. Sebagian besar indeks saham acuan memerah.

Sebanyak 321 saham menguat sehingga menahan koreksi IHSG. 269 saham melemah dan 210 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 1.120.818 kali dengan volume perdagangan 15,8 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 7,7 triliun. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di posisi 16.359.

Mayoritas sektor saham memerah. Sektor saham consumer nonsiklikal turun 0,81%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham kesehatan terpangkas 0,77%, sektor saham consumer silikal susut 0,13%, sektor saham keuangan merosot 0,21%. Lalu sektor saham teknologi merosot 0,06%, sektor saham infrastruktur turun 0,18% dan sektor saham transportasi terpangkas 0,09%.

Di sisi lain, sektor saham enregi bertambah 1,27%, dan sektor saham basic menguat 1,4% dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham industri menanjak 0,84% dan sektor saham properti mendaki 0,45%.

Kinerja Semester I 2025

Layar komputer menunjukkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta, Kamis (9/9/2021). IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore ditutup menguat 42,2 poin atau 0,7 persen ke posisi 6.068,22 dipicu aksi beli oleh investor asing. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, PT Indokripto Koin Semesta Tbk, emiten yang melakukan Initial Public Offering (IPO) di BEI pada 9 Juli 2025 dan tercatat dengan kode emiten COIN, melaporkan kinerja keuangan dan operasional semester pertama 2025 dengan EBITDA mencapai sebesar Rp 56,9 miliar dan laba bersih sebesar Rp 25,6 miliar.

Pencapaian EBITDA yang solid mencerminkan kinerja operasional yang kuat pada COIN. Direktur Utama COIN, Ade Wahyu mengungkapkan performa kinerja Perseroan tidak terlepas dari COIN yang sudah sepenuhnya beroperasi pada tahun ini.

Selain itu, pada periode tersebut, COIN melalui anak usahanya, yakni PT Central Finansial X (CFX) selaku bursa aset kripto juga secara bertahap terus melakukan onboarding para Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) sebagai anggota Bursa CFX yang turut berkontribusi pada peningkatan kinerja.

"Pencapaian ini menandai rampungnya fase konsolidasi dan transformasi kami. Kinerja perseroan pada periode Januari hingga Juni 2025 adalah cerminan dari model bisnis portofolio kami yang sepenuhnya mendukung ekosistem kripto dan kini telah beroperasi secara penuh dan efisien. Bahkan pendapatan COIN pada semester pertama tahun ini telah melampaui pendapatan sepanjang 2024,” jelas Ade dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (5/8/2025)

 

 

Perkuat Portofolio Usaha

PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN), induk usaha Bursa Aset Kripto Central Finansial X (CFX) dan PT Kustodian Koin Indonesia (ICC). (Foto: Istimewa)

Ade menambahkan, Perseroan akan terus memperkuat portofolio usaha dan terus berupaya menangkap peluang baru untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.

Perseroan juga berkomitmen untuk selalu mendukung kegiatan operasional kedua anak usahanya, yakni Bursa CFX dan Lembaga Kustodian ICC agar tetap mengedepankan transparansi, inovasi, dan berpegang pada prinsip tata kelola perusahaan yang baik.

Perseroan juga mencatat pendapatan sebesar Rp 113,15 miliar, atau naik 187 kali lipat dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Tidak hanya dari sisi pendapatan, Perseroan berhasil mengurangi liabilitas jangka pendek secara drastis dari Rp 231,95 miliar pada akhir 2024 menjadi hanya Rp 60,70 miliar per 30 Juni 2025.

Sepanjang paruh pertama tahun 2025, COIN juga berhasil mengantongi arus kas bersih dari aktivitas operasi yang positif sebesar Rp 71,17 miliar.

 

 

Infografis Efek Donald Trump Menang Pilpres AS ke Perekonomian Global. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya