Modric dan Allegri: Dari Lawan di Final Liga Champions 2017, Kini Satu Tim di AC Milan

Luka Modric resmi berseragam AC Milan dan menyambut tantangan baru di Serie A. Kepindahan ini juga menghadirkan momen unik.

oleh Gia Yuda PradanaDiperbarui 06 Agustus 2025, 13:00 WIB
Luka Modric dan Mateo Kovacic. Keduanya bersama Real Madrid berhasil mengalahkan Juventus 4-1 dalam partai final Liga Champions 2016/2017 di Millennium Stadium, Cardiff, 3 Juni 2017. (AFP/Javier Soriano)

Liputan6.com, Jakarta Luka Modric resmi berseragam AC Milan dan menyambut tantangan baru di Serie A. Kepindahan ini juga menghadirkan momen unik, yakni reuni dengan Massimiliano Allegri, pelatih yang dulu pernah jadi lawannya di final Liga Champions.

Dalam konferensi pers perkenalannya di Casa Milan, Modric sempat ditanya tentang final 2017 saat Real Madrid menghadapi Juventus di Cardiff. Ia dan Allegri kini bersatu dalam satu tujuan, membawa Milan bersaing di level tertinggi Eropa.

Pertemuan kembali dua sosok ini membawa nuansa nostalgia sekaligus harapan baru bagi Rossoneri. Reuni Modric dan Allegri bisa menjadi kombinasi berpengalaman yang menentukan musim AC Milan.


Kenangan Final 2017

Kiper Juventus, Gianluigi Buffon, tampak kecewa usai gawangnya kebobolan pada laga final Liga Champions di Stadion Millennium, Sabtu (3/6/2017). Juventus kalah 1-4 dari Real Madrid. (AFP/Javier Soriano)

Final Liga Champions 2017 di Cardiff mempertemukan Juventus asuhan Allegri dengan Real Madrid yang dilatih Zinedine Zidane dan diperkuat Modric. Dalam laga itu, Modric membawa Madrid menang telak 4-1 atas tim Allegri.

Gol-gol Cristiano Ronaldo, Casemiro, dan Marco Asensio mengubur asa Juve, yang cuma mampu menyarangkan satu gol lewat Mario Mandzukic.

Itu menjadi gelar ke-12 bagi Madrid dan kekalahan ketujuh Juventus di partai final kompetisi tersebut. Bagi Allegri, laga itu jelas menjadi luka, sementara bagi Modric, itu bagian dari masa kejayaannya.


Modric Tak Ingin Mengungkit

Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri, mengaku sudah menyiapkan strategi khusus untuk mengalahkan Real Madrid pada leg 1 babak perempat final Liga Champions 2017-2018. (AFP/Marco Bertorello)

Saat ditanya soal final itu, Modric memberikan jawaban santai dan penuh respek. "Itu mungkin bukan kenangan yang baik untuknya, jadi saya akan mencoba tidak membicarakannya terlalu banyak (tertawa)," kata Modric, dikutip Sempre Milan.

Meski punya kenangan manis melawan Allegri, Modric justru menanti kolaborasi mereka. "Saya tak sabar melihat bagaimana dia memandang peran saya di tim ini," ujar sang gelandang.


Harapan Baru Bersama Milan

Gelandang asal Kroasia milik AC Milan, Luka Modric, melambaikan tangan kepada para penggemar di Milan, Italia, Senin, 4 Agustus 2025. (Marco Ottico/LaPresse via AP)

Kini, keduanya bertugas membangkitkan Milan di kancah domestik dan Eropa. Allegri dikenal sebagai pelatih taktikal, sementara Modric membawa pengalaman dan visi permainan kelas dunia.

Modric pun memberikan pujian untuk pelatih barunya itu. "Saya sangat senang dilatih oleh Allegri; dia salah satu yang terbaik di dunia, seorang pemenang," katanya.

Sumber: Sempre Milan

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya