Liputan6.com, Taipei - Insiden tragis terjadi di Taiwan selatan dan memantik simpati luas dari publik. Sebuah mobil yang ditumpangi lima anggota keluarga terjun ke jurang dan menewaskan seluruh penumpangnya, termasuk seorang bayi dan sang ayah, yang sempat berhasil keluar dari kendaraan, namun kehilangan nyawanya saat berusaha menyelamatkan keluarganya.
Satu-satunya yang masih hidup dari keluarga mereka adalah anak laki-laki berusia 14 tahun, yang tinggal tinggal di rumah untuk mengurus kakeknya.
Advertisement
Insiden tragis ini terjadi pada 30 Juli di Distrik Taoyuan, Kota Kaohsiung, dilansir dari SCMP, Selasa (5/8/2025).
Mobil yang ditumpangi pria berusia 33 tahun bernama Li, istrinya yang berusia 37 tahun bernama Wu, serta tiga anak mereka—terdiri dari seorang putri berusia 17 tahun, putra berusia tiga tahun, dan bayi perempuan berusia satu bulan, terjun ke jurang sedalam sembilan meter di area pegunungan.
Jalan yang mereka lewai telah rusak akibat hujan deras yang berlangsung selama beberapa hari berturut-turut. Saat kejadian, hujan masih turun lebat dan jarak pandang nyaris nol, membuat kondisi di lokasi semakin berbahaya.s
Kehidupan keluarga ini sebelumnya juga sudah penuh perjuangan. Li bekerja sebagai pembuat cetakan logam, sementara Wu mengambil berbagai pekerjaan serabutan demi menghidupi anak-anak mereka.
Putri sulung mereka yang berusia 17 tahun baru saja menjalani operasi dan masa pemulihan pada Mei lalu usai mengalami kecelakaan sepeda.
Nyaris Selamat dari Kecelakaan
Hari itu, mereka sedang dalam perjalanan turun dari rumah mereka di pegunungan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan, termasuk kontrol kesehatan untuk sang bayi yang baru berusia satu bulan.
Di tengah insiden, Li sempat berhasil keluar dari kendaraan dan memanjat keluar dari jurang sebanyak tiga kali demi mencari pertolongan, sebagaimana dilaporkan Taiwan EBC News.
Pada upaya pertama, saat mobil masih dalam kondisi tersangkut, ia meminta bantuan seorang pengemudi di dekat lokasi untuk menyorotkan lampu ke arah jurang agar situasi lebih terlihat jelas.
Pada kesempatan kedua, ia memohon kepada petugas penyelamat untuk segera menyelamatkan anak-anaknya yang masih terjebak di dalam mobil.
Namun pada upaya ketiganya, ia mendaki keluar jurang untuk kembali mencari bantuan, namun sayangnya mobil tersebut tiba-tiba tergelincir dan jatuh ke dalam jurang lebih dalam.
Melihat keluarganya masih terjebak di dalam mobil, Li nekat melompat kembali ke jurang dalam upaya putus asa menyelamatkan mereka. Namun, derasnya arus air menenggelamkannya.
Tim penyelamat kemudian menemukan jenazah Li dan putri sulungnya yang berusia 17 tahun. Hingga kini, pencarian terhadap anggota keluarga lainnya yang masih hilang terus dilakukan.
Anggota Keluarga Tersisa
Satu-satunya anggota keluarga yang selamat adalah putra mereka. Ia lolos dari insiden karena jumlah kursi di dalam mobil terbatas, sehingga ia memilih tinggal di rumah untuk merawat kakeknya.
Mendengar kabar pilu itu, anak tersebut dikabarkan sangat terpukul. Ia menghabiskan sepanjang hari duduk diam di rumah, tubuhnya gemetar sambil menggigit kuku, tenggelam dalam duka.
"Mama bohong... katanya cuma turun gunung buat beli barang. Kenapa belum pulang juga?" kata anak tersebut sambil menangis.
Saat ini, anak tersebut tinggal dengan bibinya.
Gao Zhongde, salah satu kerabat keluarga, mengajak seluruh masyarakat untuk memberikan dukungan bagi anak tersebut. Ia juga berharap insiden memilukan ini bisa menjadi dorongan bagi pemerintah untuk perbaikan fasilitas di daerah pegunungan, demi keselamatan bersama.
Kisah memilukan ini perbincangan luas di media sosial.
"Untuk ayah terbaik: semoga engkau bisa berkumpul kembali dengan keluargamu di surga dan memberkati mereka yang masih ada. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan bisa melihat hari-hari yang lebih cerah. Kami turut berduka," tulis warganet.
"Ayah, kau sudah berusaha sekuat tenaga. Ini sungguh menyayat hati. Adik kecil, tetaplah kuat," tulis warganet lainnya.