Penjualan Gas Naik, Rukun Raharja Kantongi Pendapatan USD 127 Juta

PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) mencatatkan pendapatan sebesar USD 127 juta di kuartal I tahun 2025,

oleh Septian DenyDiperbarui 05 Agustus 2025, 15:03 WIB
Karyawan melintasi layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat acara Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2022 di Jakarta, Jumat (30/12/2022). PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 59 perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) atau pencatatan saham sepanjang 2022. Pada penutupan perdagangan akhir tahun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup lesu 0,14% atau 9,46 poin menjadi 6.850,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) mencatatkan pendapatan sebesar USD 127 juta di kuartal I tahun 2025, mengalami peningkatan dibandingkan dengan USD 123 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

"Peningkatan ini didorong oleh naiknya volume penjualan gas, kontribusi dari operasional jaringan pipa transmisi gas di Perawang, Riau, serta pendapatan tambahan yang diperoleh dari bisnis operation and maintenance (O&M) di Ubadari, Papua Barat," kata Direktur Utama PT Rukun Raharja, Tbk Djauhar Maulidi dikutip Selasa (5/8/2025).

Meskipun pendapatan mengalami peningkatan, Perseroan mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 4%, dari USD 16 juta pada kuartal II tahun 2024 menjadi USD 15,3 juta pada kuartal II tahun 2025. Sementara itu, laba yang dapat diatribusikan kepada entitas induk (RAJA) mengalami penurunan sekitar 20%, dari USD 14,2 juta menjadi USD 11,3 juta.

Penurunan ini terutama dipengaruhi oleh divestasi saham Perseroan pada anak usaha, PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), yang telah melaksanakan IPO pada awal tahun 2025.

Langkah divestasi ini merupakan bagian dari strategi Perseroan untuk memperkuat struktur keuangan dan mendukung ekspansi berkelanjutan, serta memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam mendanai proyek-proyek masa depan.

Meskipun terjadi penyesuaian terkait perubahan kepemilikan, divestasi ini memberikan peluang bagi RATU untuk berkembang lebih mandiri dan menciptakan landasan yang lebih kokoh untuk pertumbuhan jangka panjang Perseroan.

 

Sejalan dengan Proyeksi

Pekerja melintas di dekat layar digital pergerakan saham di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (14/10/2020). Pada pembukaan perdagangan pukul 09.00 WIB, IHSG masih naik, namun tak lama kemudian, IHSG melemah 2,3 poin atau 0,05 persen ke level 5.130, 18. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Pencapaian kinerja hingga Kuartal II 2025 tetap sejalan dengan proyeksi yang telah ditetapkan oleh Perseroan. Dengan hasil yang stabil ini, Perseroan optimis dapat mencapai target yang telah ditentukan pada akhir tahun 2025 dan berupaya untuk mencatatkan kinerja yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.

Untuk mendukung pencapaian tersebut, Perseroan telah mengalokasikan belanja modal (Capex) sebesar USD 70 juta untuk tahun 2025. Hingga Kuartal II 2025, realisasi Capex telah mencapai USD 20 juta, atau sekitar 29% dari total alokasi.

Penyerapan Capex ini difokuskan pada proyek-proyek strategis, antara lain pembangunan kompresor di Sengkang, Sulawesi Selatan, pembangunan pipa BBM Tanjung Batu–Samarinda, serta pengembangan pipa di wilayah Jawa Barat.

 

 

Strategi Bisnis

Sebanyak 672 saham turun, 30 naik, dan 95 lainnya tetap atau stagnan. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Untuk memastikan tercapainya target yang telah ditetapkan, Perseroan telah menyusun dan merencanakan strategi bisnis yang komprehensif untuk paruh kedua tahun 2025.

Salah satu fokus utama dari strategi ini adalah pengembangan sektor bisnis midstream dan downstream. Dalam sektor midstream, Perseroan telah merencanakan akuisisi beberapa perusahaan yang bergerak di bidang infrastruktur LNG, yang saat ini sudah memasuki tahap finalisasi dan diperkirakan akan selesai pada kuartal ketiga tahun ini.

Sementara itu, untuk sektor downstream, proses due diligence sedang berlangsung dengan harapan dapat selesai dan mencapai finalisasi pada akhir tahun 2025.

Strategi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif signifikan terhadap perluasan dan penguatan posisi pasar Perseroan di sektor energi, khususnya dalam mendukung keberlanjutan dan pengembangan jaringan infrastruktur dan distribusi gas.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya