Xavi Simons dan Chelsea: Gaya Bermain, Kelebihan, Kekurangan, dan Risiko Taktis

Chelsea tengah aktif di bursa transfer jelang musim 2025/26. Setelah mendatangkan Liam Delap, Joao Pedro, Jamie Bynoe-Gittens, hingga Jorrel Hato, mereka kini membidik Xavi Simons.

oleh Gia Yuda PradanaDiperbarui 05 Agustus 2025, 14:03 WIB
Pemain Belanda, Xavi Simons, nomor punggung 7, melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Timnas Inggris, pada laga semifinal Euro 2024, di Stadion BVB, Dortmund. (AFP / Ina Fassbender)

Liputan6.com, Jakarta Chelsea tengah aktif di bursa transfer jelang musim 2025/26. Setelah mendatangkan Liam Delap, Joao Pedro, Jamie Bynoe-Gittens, hingga Jorrel Hato, mereka kini membidik Xavi Simons.

Simons adalah pemain asal Belanda berusia 22 tahun yang kini memperkuat RB Leipzig. Nama jebolan La Masia itu mencuat berkat gaya bermain energik dan teknik mumpuni, serta mampu bermain sebagai gelandang serang maupun winger.

Pertanyaannya, bagaimana karakter permainan Xavi Simons dan seberapa cocok dirinya dalam sistem taktis Chelsea asuhan Enzo Maresca?


Gaya Bermain Xavi Simons: Bebas, Lincah, dan Cerdas

Xavi Simons (Dok PSG)

Xavi Simons dikenal sebagai gelandang serang serbabisa yang kerap bermain di sisi kiri, tapi bebas menjelajah. Ia tak terpaku di sayap dan sering berpindah ke tengah untuk mengatur serangan atau melepas tembakan jarak jauh.

Dalam formasi 4-4-2 maupun 3-4-3 di RB Leipzig, Simons berperan penting dalam fase build-up dan eksekusi akhir. Ia sering menerima bola di area antarlini, memecah pertahanan lewat kombinasi cepat, dan membuka ruang bagi rekan-rekannya.

Gerakannya mengingatkan pada gelandang nomor 10 klasik, tetapi tugas bertahannya menyerupai winger modern yang rajin menekan lawan. Fleksibilitas ini membuatnya bisa menyesuaikan diri dalam berbagai skema.


Kekuatan Utama: Kecepatan, Visi, dan Kelincahan

Gelandang PSV, Xavi Simons (kiri), berduel dengan pemain Arsenal Kieran Tierney pada pertandingan Grup A Liga Europa di Stadion Phillips, Eindhoven, Jumat (27/10/2022) dini hari WIB. (Olaf Kraak/AFP)

Salah satu kekuatan utama Simons adalah kelincahan dan kemampuan membaca ruang. Dengan akselerasi tajam dan kontrol bola rapat, ia sering mengecoh bek lawan dalam situasi satu lawan satu.

Visi bermainnya juga menonjol, terlihat dari kombinasi umpan-umpan pendek, flick cerdas, dan umpan silang silang tajam yang kerap ia lepaskan. Ia juga mahir menggunakan kaki luar (trivela) untuk melewati garis pertahanan.

Di tengah kepadatan pertahanan, Simons tetap tenang dan mampu membuat keputusan cepat. Ia sering menarik perhatian lawan lalu melepas bola ke rekan yang bebas, menciptakan peluang dengan cara yang elegan namun efisien.


Kelemahan: Kaki Kiri, Fisik, dan Performa di Sayap

(Dari kiri) Pemain RB Leipzig David Raum, Xavi Simons, Yussuf Poulsen dan Christopher Lenz melakukan pemanasan saat latihan menjelang pertandingan Grup G Liga Champions 2023/2024, di stadion Stadion Wankdorf, Senin (18/9/2023). (Fabrice COFFRINI / AFP)

Meski punya teknik tinggi, Simons masih punya kelemahan, terutama dalam hal kaki kiri. Ia cenderung menghindari sisi kiri dan lebih nyaman memotong ke dalam, yang membuatnya sedikit mudah ditebak.

Dribelnya di area sayap kurang efektif karena enggan menyerang melewati garis luar dengan kaki kiri. Selain itu, umpan silang dan penyelesaian akhirnya dari sisi kiri kerap tidak konsisten.

Lanjut Baca:

Secara fisik, posturnya yang mungil membuatnya rentan dalam duel. Ia bisa dengan mudah kehilangan bola saat ditekan, dan kecepatannya dalam jarak jauh tak sebanding dengan winger top lainnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya