Bursa Saham Asia Bangkit di Tengah Kebijakan Baru Trump ke India

Di tengah rencana Presiden AS Donald Trump menaikkan tarif impor dari India, bursa saham Asia justru bergairah. Selain itu, ada sentimen positif dari kontrak militer yang diraih Mitsubishi Heavy Industries.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 05 Agustus 2025, 08:30 WIB
Ilustrasi bursa saham Asia (Foto by AI)

Liputan6.com, Jakarta - Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik kompak menguat di awal perdagangan Selasa hari ini. Penguatan bursa Asia ini terjadi usai Presiden Amerika Serikat (AS) AS Donald Trump mengeluarkan pernyataan bahwa AS berencana menaikkan tarif impor secara signifikan terhadap barang-barang dari India.

Dalam unggahannya di media sosial Truth Social, Trump menyoroti India yang dinilainya mengambil keuntungan besar dari penjualan minyak Rusia.

"India tidak hanya membeli minyak Rusia dalam jumlah besar, tetapi mereka juga, setelah membeli sebagian besar minyak tersebut, menjualnya di pasar terbuka untuk mendapatkan keuntungan besar," tulis Trump.

Berikut adalah pergerakan beberapa indeks saham utama di kawasan Asia-Pasifik:

  • Nikkei 225 (Jepang) naik 0,54%
  • Topix (Jepang) naik 0,45%
  • Kospi (Korea Selatan) melonjak 1,77%
  • Kosdaq (Korea Selatan) naik 1,83%
  • S&P/ASX 200 (Australia) naik 0,84%

Saham Mitsubishi Heavy Industries Melesat

Sentimen positif lainnya datang dari kemenangan Mitsubishi Heavy Industries (MHI) asal Jepang dalam kontrak besar di Australia. Saham MHI naik lebih dari 4% setelah terpilih untuk membangun 11 fregat baru untuk Angkatan Laut Australia.

Kesepakatan ini bernilai 10 miliar dolar Australia, atau USD sekitar 6,5 miliar. Kapal perang jenis Mogami milik MHI berhasil mengalahkan fregat MEKO A-200 dari ThyssenKrupp, Jerman.

Menurut rencana, tiga fregat pertama akan dibangun di Jepang dan dikirim pada tahun 2029. Sementara sisanya akan dibangun di Australia Barat. Kapal-kapal ini akan menggantikan fregat kelas Anzac milik Australia dan dilengkapi untuk peperangan bawah laut serta pertahanan udara.

Wakil Perdana Menteri Australia, Richard Marles, menyambut baik keputusan ini. "Fregat kelas Mogami yang telah ditingkatkan akan membantu mengamankan rute perdagangan maritim dan jalur pelayaran utara kami sebagai bagian dari armada tempur permukaan angkatan laut yang lebih besar dan lebih mematikan," ujarnya.

 

Inflasi Korea Selatan Sesuai Prediksi

Suasana di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/11/2015). Pelemahan indeks BEI ini seiring dengan melemahnya laju bursa saham di kawasan Asia serta laporan kinerja emiten triwulan III yang melambat. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Di sisi lain, data inflasi konsumen di Korea Selatan pada bulan Juli menunjukkan kenaikan 2,1% secara tahunan. Angka ini sedikit melambat dari kenaikan 2,2% pada bulan Juni.

Secara bulanan, indeks harga konsumen naik 0,2%, laju tercepat dalam empat bulan. Data ini kurang lebih sejalan dengan perkiraan para ekonom dalam jajak pendapat Reuters.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya