Dukung Kemandirian Ekonomi Masyarakat Desa Kintamani

Program pemberdayaan kopi dilakukan di Desa Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali.

oleh Tim NewsDiperbarui 06 Agustus 2025, 20:49 WIB
Kopi Arabika Kintamani, Bangli, Bali (Liputan6.com/Yulia Lisnawati)

Liputan6.com, Jakarta - Kegiatan Pengukuran Social Return on Investment (SROI) untuk program Kopi Langit Kintamani dilakukan di Desa Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali berlangsung pada 12 Juli 2025.

Kegiatan tersebut dilakukan PT Asuransi Kredit Indonesia atau Askrindo yang merupakan anggota holding Asuransi dan Penjaminan, Indonesia Financial Group (IFG), melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), yang juga merupakan Mitra Binaan Askrindo.

Menurut Direktur Utama Askrindo M Fankar Umran, TJSL Askrindo mendorong terus berkontribusi pada pembangunan sosial dan lingkungan, salah satunya dengan memberdayakan masyarakat agar mandiri secara ekonomi dan sosial.

"Pemberdayaan masyarakat di wilayah Kintamani, Bali, berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui program-program yang berkelanjutan," ujar Fankar, melalui keterangan tertulis, Senin (4/8/2025).

Selain itu, lanjut dia, kemandirian ekonomi serta peningkatan kualitas hidup juga menjadi tujuan utama pada program pemberdayaan Kopi Langit Bali tersebut.

"Diharapkan, pemberdayaan Masyarakat seperti ini, bisa kita terapkan juga di wilayah-wilayah yang provinsi lain sehingga program yang ada semakin bermanfaat bagi masyarakat," kata Fankar.

Ada pun, lanjut dia, manfaat dari pengukuran SROI pada pemberdayaan petani Kopi Langit Bali yakni untuk mengukur dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan dari program pemberdayaan petani kopi yang telah dijalankan sejak 2022.

Fankar menjelaskan, melalui pendekatan SROI, PT Askrindo berupaya mendapatkan gambaran menyeluruh tentang sejauh mana program ini memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi masyarakat penerima manfaat.

"Kami percaya bahwa keberhasilan sebuah program tidak hanya diukur dari output atau capaian fisik, tetapi dari perubahan atau outcome dan dampak yang dirasakan secara langsung oleh masyarakat," kata dia.

"Pengukuran SROI ini adalah bentuk komitmen kami untuk memastikan bahwa setiap langkah pemberdayaan masyarakat yang dilakukan benar-benar berorientasi pada penciptaan dampak yang terarah dan terukur," tambah Fankar.

 

Berikan Sosialisasi

Program pemberdayaan Kopi Langit Kintamani dilakukan di Desa Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali. (Ist)

Pada kesempatan yang sama, lanjut Fankar, Askrindo juga memberikan sosialiasi kepada masyarakat pentingnya memiliki asuransi, termasuk di antaranya adalah asuransi kebakaran bagi gedung atau bangunan yang menjadi tempat pengelolaan kopi, serta asuransi kecelakaan agar masyarakat merasa tenang saat bekerja dan melakukan aktivitas sehari-hari.

"Program Kopi Langit Kintamani merupakan inisiatif strategis PT Askrindo dalam mendukung penguatan ekosistem pertanian kopi lokal. Program ini mencakup pelatihan petani, penguatan kelembagaan kelompok tani, pengembangan rantai pasok, serta dukungan akses pasar berbasis keberlanjutan," ucap dia.

"Dengan terlaksananya pengukuran SROI ini, PT Askrindo berharap program Kopi Langit Kintamani dapat menjadi contoh praktik baik (best practice) dalam penerapan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance), khususnya dalam mendukung ketahanan ekonomi lokal melalui pendekatan berkelanjutan," tandas Fankar.

Infografis 6 Jenis Minuman Kopi yang Populer. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya