Ruben Amorim Ungkap Aturan Anyar di MU Sebelum Rekrut Pemain Baru, Apa Itu?

Manchester United tengah menjalani revolusi besar dalam strategi transfer mereka di bawah arahan pelatih Ruben Amorim dan kelompok investor Ineos.

oleh Ari Rachman PrayogaDiperbarui 03 Agustus 2025, 22:53 WIB
Gol kemenangan dicetak oleh gol cepat Alejandro Garnacho saat pertandingan baru berjalan 49 detik, lalu diikuti dua gol Rasmus Hojlund. (AFP/Oli Scarff)

Liputan6.com, Jakarta Manchester United tengah menjalani revolusi besar dalam strategi transfer mereka di bawah arahan pelatih Ruben Amorim dan kelompok investor Ineos.

Setelah bertahun-tahun dikenal dengan kebijakan rekrutmen yang tidak efektif, kini Setan Merah mulai memperlihatkan arah yang lebih sehat dan terukur, terutama dengan mengedepankan karakter pemain sebagai kunci utama.

Selama satu dekade terakhir, United terlalu sering mendatangkan pemain bintang dengan nilai transfer tinggi, namun gagal memberikan kontribusi maksimal.


Janji Ruben Amorim

Pelatih kepala Manchester United asal Portugal, Ruben Amorim, memimpin sesi latihan tim di Kompleks Latihan Carrington di Manchester, Inggris barat laut, pada 14 Mei 2025 dalam sesi media menjelang final Liga Europa UEFA melawan Tottenham Hotspur. Final Liga Europa UEFA akan berlangsung pada 21 Mei di Bilbao. (Oli SCARFF/AFP)

Kasus Jadon Sancho menjadi salah satu contoh paling mencolok. Sosok yang awalnya digadang-gadang menjadi tulang punggung tim, justru berujung pada konflik internal dan hubungan yang memburuk dengan mantan manajer Erik ten Hag.

Ruben Amorim menegaskan bahwa hal semacam itu tidak akan terulang. “Kami sekarang benar-benar memperhatikan karakter pemain sebelum mengambil keputusan akhir," ujar Amorim kepada media klub.

Amorim menambahkan bahwa pendekatan ini akan menjadi prinsip utama dalam setiap proses perekrutan.


Langkah Tegas Amorim

Manajer Manchester United (MU), Ruben Amorim. (Darren Staples / AFP)

Transformasi ini turut didukung oleh langkah tegas Amorim yang menyingkirkan pemain-pemain yang dinilai berkontribusi terhadap suasana negatif di ruang ganti.

Dalam upaya membangun budaya tim yang sehat, United bahkan telah menunjuk seorang kepala budaya klub untuk memperkuat lingkungan kerja yang lebih harmonis dan profesional.


Cunha dan Mbeumo Contoh Nyata

Striker anyar Manchester United, Matheus Cunha (Dok. MUFC)

Hasil pendekatan baru ini mulai terlihat. Dua pemain anyar, Matheus Cunha dan Bryan Mbeumo, disebut-sebut sebagai contoh ideal dari perekrutan berbasis karakter.

Bruno Fernandes memuji kehadiran Cunha yang membawa energi positif, sementara Mbeumo dinilai sebagai sosok profesional sejati yang mampu meningkatkan standar etos kerja tim.

Dengan perubahan ini, Manchester United tampaknya tak sekadar mencari pemain berbakat, tapi juga sosok yang mampu beradaptasi dengan tekanan besar di Old Trafford, dan yang lebih penting, mampu menjaga atmosfer ruang ganti tetap kondusif.

Sumber: Manchester United FC

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya