Sarang Tawon Terpapar Radiasi Ditemukan di Bekas Pabrik Senjata Nuklir AS, Berbahaya?

Lantas, apa yang dilakukan dengan sarang tawon tersebut?

oleh Khairisa FeridaDiperbarui 01 Agustus 2025, 20:35 WIB
Limbah radioaktif yang disegel dalam tabung-tabung besar berbahan baja tahan karat disimpan di bawah beton setebal lima kaki di dalam sebuah bangunan penyimpanan di Savannah River Site, dekat Aiken, Carolina Selatan, Amerika Serikat, pada 20 November 2013. (Dok. Stephen B. Morton/AP/File)

Liputan6.com, Washington, DC - Sebuah sarang tawon yang terkontaminasi radioaktif ditemukan di sebuah fasilitas yang dulunya memproduksi bagian-bagian senjata nuklir Amerika Serikat (AS). Tingkat radiasinya mencapai 10 kali lipat dari batas yang diizinkan oleh regulasi.

Dalam laporan yang dirilis pekan lalu, Kementerian Energi AS seperti dilansir BBC menyatakan, "Sarang tawon disemprot untuk membunuh tawon, lalu dimasukkan ke dalam kantong dan diperlakukan sebagai limbah radioaktif."

Tidak ditemukan adanya tawon di lokasi kejadian, yang terletak di dekat Aiken, South Carolina.

Penyelidik menyatakan bahwa kontaminasi tersebut tidak terkait dengan kebocoran limbah nuklir dan tidak menimbulkan dampak terhadap lingkungan maupun publik.

Kendati demikian, kelompok-kelompok lingkungan mengkritik cara pemerintah menangani peristiwa ini.

Sarang tawon ditemukan pada 3 Juli oleh para pekerja yang secara rutin melakukan pemeriksaan radiasi nuklir di Savannah River Site (SRS). Sarang menempel pada sebuah tiang, di dekat area penyimpanan jutaan galon limbah nuklir cair. Namun, menurut laporan tersebut, tidak ditemukan adanya kebocoran dari tangki-tangki penyimpanan.

Penyelidik menyebut bahwa tingginya kadar radiasi pada sarang tawon berasal dari apa yang mereka sebut sebagai sisa-sisa kontaminasi radioaktif lama di dalam area fasilitas — yakni radiasi yang masih tertinggal sejak masa ketika fasilitas itu aktif memproduksi bagian-bagian bom nuklir pada era Perang Dingin.

Fasilitas ini mulai dibuka pada tahun 1950-an, ketika digunakan untuk memproduksi plutonium yang menjadi inti senjata nuklir. Hingga kini, fasilitas tersebut masih beroperasi, namun kini difokuskan untuk menangani material nuklir bagi pembangkit listrik.

 

Tidak Ada Kontaminasi

Laporan Kementerian Energi AS menyebutkan bahwa tawon-tawon yang pernah tinggal di sarang tersebut kemungkinan memiliki tingkat radiasi yang jauh lebih rendah daripada sarangnya. Laporan itu juga menjelaskan bahwa tawon umumnya hanya terbang beberapa ratus kaki dari sarangnya. Karena sarang itu ditemukan di tengah kawasan Savannah River Site yang luasnya mencapai 310 mil persegi, kemungkinan besar tawon-tawon tersebut tidak pernah meninggalkan area fasilitas.

"Tidak ditemukan kontaminasi di area itu," bunyi laporan Kementerian Energi AS. "Tidak ada dampak terhadap para pekerja, lingkungan, atau publik."

Meski demikian, kelompok pengawas Savannah River Site Watch menyatakan bahwa masih banyak pertanyaan yang belum terjawab.

"SRS tidak menjelaskan dari mana asal limbah radioaktif itu atau apakah ada semacam kebocoran dari tangki limbah yang perlu diketahui publik," ujar juru bicara kelompolTom Clements kepada AP.

Menurut Savannah River Mission Completion, fasilitas tersebut pernah menghasilkan lebih dari 165 juta galon limbah nuklir cair.

Hingga kini, masih terdapat 43 tangki bawah tanah yang digunakan untuk menyimpan limbah nuklir cair, sementara delapan tangki lainnya telah ditutup.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya