Slovenia Jadi Negara Eropa Pertama yang Hentikan Perdagangan Senjata dengan Israel

Apa yang melatarbelakangi keputusan Slovenia memutus perdagangan senjata dan peralatan militer dengan Israel? Berikut selengkapnya.

oleh Tim GlobalDiperbarui 01 Agustus 2025, 15:40 WIB
Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, sedikitnya 549 warga Palestina tewas dan lebih dari 4.000 orang terluka akibat penembakan tentara Israel di dekat pusat bantuan dan lokasi truk makanan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) sejak 27 Mei 2025. (Eyad BABA/AFP)

Liputan6.com, Ljubljana - Slovenia menjadi negara Eropa pertama yang melarang impor, ekspor, dan transit senjata serta peralatan militer ke dan dari Israel. Demikian diumumkan pemerintah, Kamis (31/7/2025).

Keputusan ini diinisiasi oleh Perdana Menteri Robert Golob dan dikukuhkan dalam rapat kabinet yang digelar pada hari yang sama.

Kebijakan baru mencakup larangan total terhadap pengiriman senjata dan peralatan militer dari Slovenia ke Israel, dari Israel ke Slovenia, maupun yang melintasi wilayah Slovenia.

Langkah itu diambil di tengah meningkatnya kritik internasional terhadap krisis kemanusiaan di Gaza. Pemerintah menyatakan keputusan tersebut didorong oleh ketidakmampuan Uni Eropa untuk mengambil langkah konkret terhadap Israel.

"Karena perbedaan pandangan internal dan kurangnya kesatuan, Uni Eropa saat ini tidak mampu menjalankan tugas tersebut," bunyi pernyataan pemerintah seperti dilansir Antara.

Terkait situasi di Gaza, pemerintah Slovenia mengecam penolakan terhadap akses bantuan kemanusiaan.

"Hasilnya sangat memprihatinkan: warga Gaza meninggal dunia karena bantuan kemanusiaan secara sistematis ditolak. Mereka meninggal di bawah reruntuhan, tanpa akses air bersih, makanan, dan layanan kesehatan dasar," lanjut pernyataan tersebut.

"Ini adalah penyangkalan total terhadap akses kemanusiaan dan upaya yang disengaja untuk mencegah terpenuhinya kebutuhan dasar untuk bertahan hidup. Dalam kondisi seperti ini, setiap negara yang bertanggung jawab memiliki kewajiban untuk bertindak, meskipun harus mendahului negara lain."Pemerintah Slovenia menyatakan pula akan menyiapkan sejumlah langkah nasional tambahan dalam beberapa pekan ke depan terhadap pemerintah Israel saat ini, yang menurut mereka telah melakukan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional.

Tuduhan Genosida Makin Kencang

Abu Khalaf menjelaskan, anak-anak termasuk yang paling terdampak oleh kelaparan yang melanda Jalur Gaza, dengan puluhan ribu anak tercatat membutuhkan perawatan karena kekurangan gizi akut yang parah. (Eyad BABA/AFP)

Tentara Israel telah melancarkan serangan brutal di Gaza sejak 7 Oktober 2023, menewaskan lebih dari 60.200 warga Palestina. Pengeboman tanpa henti telah menghancurkan daerah kantong tersebut dan menyebabkan kekurangan pangan sangat parah.

Pada Senin (28/7), kelompok hak asasi manusia Israel B'Tselem dan Physicians for Human Rights-Israel menuduh Israel melakukan genosida di Gaza, dengan alasan penghancuran sistematis masyarakat Palestina dan pembongkaran sistem perawatan kesehatan yang disengaja di wilayah tersebut.

November 2024, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri PertahanaN Israel Yoav Gallant atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

Israel juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) atas perang yang dilakukannya di wilayah kantong tersebut.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya