Liputan6.com, Jakarta - PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), pengelola Alfamart mencatat pertumbuhan pendapatan dan laba hingga semester I 2025.
Mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Jumat (1/8/2025), PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk mencatat pendapatan bersih Rp 63,81 triliun hingga Juni 2025. Pendapatan tersebut naik tipis 7,75% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 59,21 triliun.
Advertisement
Beban pokok pendapatan bertambah 7,28% menjadi Rp 49,82 triliun hingga Juni 2025 dari Juni 2024 sebesar Rp 46,44 triliun.Laba bruto bertambah 9,48% dari Rp 12,77 triliun menjadi Rp 13,98 triliun hingga semester I 2025.
Beban penjualan dan distribusi naik menjadi Rp 11,07 triliun hingga semester I 2025 dari semester I 2024 sebesar Rp 9,99 triliun. Beban umum dan administrasi naik menjadi Rp 1,13 triliun hingga semester I 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,02 triliun. Pendapatan lainnya naik dari Rp 609,15 miliar hingga semester I 2024 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 636,39 miliar.
Sementara itu, laba usaha naik tipis 2,08% menjadi Rp 2,36 triliun hingga semester I 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 2,31 triliun. Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menguat 4,9% menjadi Rp 1,88 triliun hingga semester I 2025 dari semester I 2024 sebesar Rp 1,7 triliun. Dengan demikian laba per saham diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik menjadi Rp 45,37 hingga semester I 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 43,21.
Total ekuitas naik menjadi Rp 18,13 triliun hingga Juni 2025 dari Desember 2024 sebesar Rp 17,69 triliun. Liabilitas naik menjadi Rp 21,35 triliun hingga semester I 2025 dari Desember 2024 sebesar Rp 21,10 triliun. Aset naik menjadi Rp39,49 triliun hingga Juni 2025 dari Desember 2024 sebesar Rp 18,45 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara kas Rp 4,53 triliun. Hingga 30 Juni 2025.
Mengutip data RTI, saham AMRT naik 6,42% ke posisi Rp 2.320 per saham. Harga saham AMRT dibuka naik 20 poin ke posisi Rp 2.200 per saham. Saham AMRT berada di level tertinggi Rp 2.350 dan terendah Rp 2.150 per saham. Total frekuensi perdagangan 11.06 kali dengan volume perdagangan 530.599 saham. Nilai transaksi Rp 132 miliar.
Alfamart Bidik Pasar Bangladesh Usai Buka 2.400 Toko di Filipina
Sebelumnya, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso melaporkan, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) telah sukses mengekspansi pasar ritel luar negeri, dengan membuka 2.400 gerai di Filipina.
"Sekarang pengusaha ritel Indonesia itu tidak hanya ekspor barangnya, tapi tokonya juga diekspor. Jadi sudah ada 2.400 toko di Filipina," ujar Mendag di Kantor Kemendag, Jakarta, Kamis (17/7/2025).
Selain membuka toko, gerai Alfamart di Filipina pun disebutnya banyak memasarkan produk-produk dari Indonesia. "Jadi sebagian besar juga produknya impor dari kita," ungkapnya.
Merespons pernyataan tersebut, Direktur Corporate Affairs PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) Solihin membenarkan gerai ritel yang dibukanya di Filipina turut menjajakan barang-barang dari Tanah Air.
Secara konsep, pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) ini bilang, toko Alfamart di negeri tetangga itu tidak jauh berbeda dengan yang tersebar di Indonesia.
"Mereknya semua Alfamart, dan bentuknya sama seperti yang di sini. Seperti yang tadi kita ekspor, jadi bukan hanya peritel yang di sana, tapi kita sudah ekspor di sana," kata Solihin.
Sasar Pasar Bangladesh
Dalam waktu dekat, Mendag Budi Santoso menambahkan, Alfamart pun bakal lanjut berekspansi ke pasar Bangladesh dan Malaysia, untuk turut mempromosikan produk-produk Indonesia.
Solihin lantas melengkapi, pihaknya telah menyiapkan pembukaan toko di Bangladesh sebagai target selanjutnya setelah Filipina.
"Yang dalam waktu dekat yang kita sudah siapkan semua perangkatnya, itu dalam waktu dekat Bangladesh. Jadi bukan waktu sebentar ya untuk menjajaki, dan kebetulan customernya pas dengan segmen itu," jelasnya.
Turut Promosikan Produk UMKM
Mendag meneruskan, kehadiran Alfamart dan gerai ritel modern asal Indonesia lainnya di pasar luar negeri turut bantu mempromosikan produk-produk UMKM.
Inisiatif itu selaras dengan program UMKM Bisa Ekspor yang dijalankan Kementerian Perdagangan (Kemendag). Kebijakan ini ditujukan untuk membantu memfasilitasi pengusaha di Tanah Air agar bisa menembus pasar internasional.
"Sebenarnya ketika UMKM sudah masuk ke Alfamart atau ritel modern, itu pasti bisa masuk kurasi UMKM Bisa Ekspor. Toko itu salah satunya instrumen atau alat biar produk UMKM kita bisa ekspor, juga bisa masuk ke sana. Jadi itu salah satu cara untuk memudahkan," tuturnya.