Batal di Bekasi, Mantan Menag Suryadharma Ali Bakal Dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata

Mantan Menteri Agama RI Suryadharma Ali akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan (Jaksel).

oleh Muhammad Radityo PriyasmoroDiperbarui 31 Juli 2025, 11:47 WIB
Mantan Menteri Agama RI Suryadharma Ali meninggal dunia dan akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan (Jaksel), Kamis (31/7/2025). (Liputan6.com/Muhammad Radityo Priyasmoro)

Liputan6.com, Jakarta - Mantan Menteri Agama RI Suryadharma Ali akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan (Jaksel).

Sebagai mantan menteri dua periode periode di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), almarhum Suryadharma Ali memiliki memenuhi syarat untuk dapat dikebumikan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.

Pihak keluarga mengatakan, awalnya almarhum Suryadharma Ali akan dibawa ke peristirahatan di Bekasi, tepatnya di Pondok Pesantren Miftahul'Ulum selepas ibadah salat zuhur. Namun informasi terbaru mengatakan, almarhum akan dikuburkan di Kalibata.

"Insya Allah Almarhum akan dikebumikan di Kalibata sekitar setengah 2 siang, dan nanti malam tahlil tahmid dan akan ada tausyiah sampai malam ke-7 dan malam pertama akan yang akan bertausyiah pak Muhaimin Iskandar dari PKB," ujar perwakilan keluarga kepada para pelayat yang hadir di rumah duka, Cipinang Cempedak Jakarta Timur, Kamis (31/7/2025).

Sebagai informasi Suryadharma Ali meninggal dunia pada hari ini, Kamis (31/7/2025) pukul 04.18 WIB di RS. Mayapada Jakarta. Dia disebut tutup usia hari ini, Kamis (31/7/2025) pukul 04.18 WIB.

Akun Instagram resmi Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kementerian Agama (Kemenag) menyampaikan kabar duka tersebut.

"Meninggal pada hari Kamis, 31 Juli 2025, pukul 04.18 WIB di RS. Mayapada Jakarta," tulis akun @bimasislam, dikutip Liputan6.com, Kamis pagi.

Akun yang sama mendoakan agar Suryadharma Ali mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan.

Suryadharma Ali lahir pada 19 September 1956 di Jakarta. Dia menyelesaikan pendidikan tinggi di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Dia menikah dengan Wardatul Asriah dan memiliki empat anak: Kartika Yudistira Suryadharma, Sherlita Nabila Suryadharma, Abdurrahman Sagara Prakasa, dan Nadia Jesica Nurul Wardani.

 

Jejak Karier Politik Suryadharma Ali: Dari PPP hingga Jadi Menteri Agama

Mantan Menteri Agama Suryadharma Ali (SDA) memberi keterangan pers usai sidang di PN Jakarta Pusat, Rabu (11/07). JK hadir sebagai saksi dalam sidang lanjutan peninjauan kembali. (Merdeka.com/Dwi Narwoko)

Suryadharma Ali merupakan tokoh yang memiliki peran penting dalam politik dan pemerintahan Indonesia.

Suryadharma Ali memulai kiprah politiknya lewat Partai Persatuan Pembangunan (PPP), partai politik berbasis Islam yang menjadi salah satu kekuatan politik utama pascareformasi.

Dia bukanlah figur instan dalam dunia politik. Sebelum menduduki posisi strategis di partai maupun pemerintahan, Suryadharma aktif di berbagai kegiatan organisasi, terutama yang bersentuhan dengan kehidupan umat dan pendidikan.

Lahir dan besar di lingkungan masyarakat Betawi, Suryadharma dikenal sebagai sosok religius yang menggabungkan pendekatan keislaman dan nasionalisme.

Setelah menyelesaikan pendidikan di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, dia mulai membangun jaringan di kalangan aktivis Islam moderat dan mulai dikenal di lingkup partai sebagai figur muda dengan ide dan retorika yang kuat.

Karier politiknya mulai menanjak saat dia dipercaya menduduki jabatan penting di struktur internal PPP. Keseriusannya dalam mengelola partai dan memperkuat basis massa membuatnya naik menjadi anggota DPR RI pada era 1999-an. Di parlemen, Suryadharma dikenal aktif menyuarakan isu-isu keislaman, pendidikan, dan kebijakan publik yang pro umat.

 

Masuk Kabinet SBY

Suryadharma Ali usai menjalani sidang tuntutan terkait dugaan korupsi penyelenggaraan haji di Kemenag tahun 2011-2013, Jakarta, Rabu (23/12/2015). SDA dituntut 11 tahun denda 750 juta subsider 6 bulan. (Liputan6.com/Helmi Afandi)

Kariernya mencapai puncak saat terpilih menjadi Ketua Umum DPP PPP pada 2007. Di bawah kepemimpinannya, PPP berusaha melakukan konsolidasi kekuatan di tengah dinamika politik nasional yang kian kompetitif.

Perjalanan politik Suryadharma kemudian membawanya masuk ke lingkaran kekuasaan, saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menunjuknya sebagai Menteri Negara Koperasi dan UKM RI pada 2004.

Pada 22 Oktober 2009, dia kembali ditunjuk menjadi Menteri Agama, menggantikan Muhammad Maftuh Basyuni. Dengan latar belakang yang kuat dalam ormas Islam dan partai politik, Suryadharma tampil sebagai representasi tokoh Islam politik moderat dalam kabinet.

Selama menjabat sebagai Menteri Agama, Suryadharma dikenal sebagai sosok yang konservatif dalam isu-isu keagamaan. Dia menolak memberikan pengakuan resmi kepada komunitas Baháʼí di Indonesia.

Namun, dia juga dikenal karena upayanya dalam mendekatkan generasi muda dengan agama melalui integrasi antara ilmu agama dan ilmu umum dalam pendidikan.

Suryadharma mendorong agar lembaga pendidikan agama tidak hanya fokus pada pelajaran keagamaan, tetapi juga mengajarkan ilmu pengetahuan umum untuk menciptakan generasi yang berakhlak dan berpengetahuan luas.

Infografis Mobil Maung Pindad Bakal Jadi Tunggangan Menteri hingga Pejabat. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya