Liputan6.com, Jakarta Polisi mengungkapkan motif penusukan anggota TNI berinisial RU di tempat hiburan kawasan Blok M, Jakarta Selatan. Insiden ini berawal salah paham antara korban dengan pelaku hingga terjadi adu mulut.
"Motif karena salah paham sehingga terjadi cekcok," kata Kanit Resmob Polres Jakarta Selatan AKP Bima Sakti saat dihubungi, Rabu (30/7/2025).
Advertisement
Bima mengatakan, pelaku diduga bersenggolan dengan korban berujung cekcok dan penusukan. "Senggolan kalau enggak salah," ujar Bima.
Akibat insiden itu, RU mendapatkan 13 luka tusuk dan harus menjalani perawatan secara intensif di Rumah Sakit Fatmawati. Sejauh ini, polisi baru mengamankan satu orang pelaku.
"Sementara satu (pelaku), masih kita cari saksi lain apabila ada keterlibatan lainnya," ucap dia.
Pelaku Penusukan Ditangkap
Sebelumnya, keributan terjadi di tempat hiburan malam (THM) kawasan Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu dini hari (27/7/2025). Seorang pria berinisial RU, yang belakangan diketahui merupakan anggota TNI.
Pelaku berinisial RR ditangkap di kediamanya kawasan Jakarta Timur. Polisi menyebut pelaku RR tidak melawan saat ditangkap.
"Unit Resmob Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan dapat mengamankan pelaku penganiayaan yang terjadi di sekitaran halaman salah satu tempat hiburan di wilayah Jakarta Selatan," ujar dia.
"Untuk pelaku kooperatif, saat kami amankan di rumahnya," sambung dia.
Dia menjelaskan, polisi sendiri menyelidiki kasus ini setelah mendapatkan laporan dari warga terkait adanya penganiayaan di sekitar kawasan tempat hiburan malam (THM). Pihak kepolisian langsung melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi.
Tak hanya itu, polisi juga mengevakuasi korban ke RS Fatmawati, sebelum akhirnya dipindahkan ke RSPAD untuk perawatan intensif.
"Untuk korban sendiri saat ini dirawat di RSPAD masih dirawat intensif dan korban sendiri pun di sini setelah kami konfirmasi mendapat tusukan sebanyak 13 kali dan sedang ditangani," ucap dia.
Dalam kasus ini, polisi telah mengamankan beberapa barang bukti, seperti pakaian anggota TNI, rekaman CCTV. Hingga kini, proses pendalaman terus dilakukan.