Rusia Diguncang Gempa Magnitudo 8,7, Picu Peringatan Tsunami di Australia

Sebelumnya, peringatan tsunami akibat gempa Rusia sudah dikeluarkan otoritas di Jepang hingga Amerika Serikat.

oleh Teddy Tri Setio BertyDiperbarui 30 Juli 2025, 09:51 WIB
Ilustrasi bencana alam tsunami. (Photo by Christoph von Gellhorn on Unsplash)

Liputan6.com, Canberra - Pusat Peringatan Tsunami Pasifik (The Pacific Tsunami Warning Center) memasukkan Australia ke dalam daftar peringatan terancam terdampak tsunami dengan menyatakan bahwa gelombang setinggi 0,3 hingga 1 meter kemungkinan akan melanda di sepanjang pantainya.

Namun, Biro Meteorologi Australia belum mengeluarkan peringatan untuk negara tersebut, dikutip dari laman The Guardian, Rabu (30/7/2025).

Gempa berkekuatan magnitudo 8,7 mengguncang Semenanjung Kamchatka, Rusia, pada hari Rabu (30/7) memicu peringatan tsunami di sejumlah negara, termasuk Jepang dan Amerika Serikat.

Badan Meteorologi Jepang mengeluarkan peringatan tsunami tentang gelombang di pesisir Pasifiknya setelah gempa melanda.

Siaran pers publik Jepang, NHK, mengatakan perintah evakuasi telah dikeluarkan oleh pemerintah untuk beberapa wilayah, yang mencakup ratusan kilometer.

Para pekerja pabrik dan penduduk di Hokkaido utara Jepang dievakuasi ke sebuah bukit yang menghadap ke laut, menurut rekaman dari stasiun televisi TBS.

Pusat Peringatan Tsunami Pasifik AS, yang berbasis di Honolulu, juga memperingatkan kemungkinan gelombang tinggi menghantam pesisir Rusia dan Hawaii, serta wilayah kepulauan AS, Guam.

Peringatan Sistem Peringatan Tsunami AS untuk Hawaii menyebutkan tsunami dapat menyebabkan "kerusakan di sepanjang garis pantai semua pulau di negara bagian tersebut", dengan mengatakan "tindakan segera harus diambil untuk melindungi jiwa dan harta benda".

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya