Menilik Perjalanan Joao Felix: Pemenang Golden Boy yang Menuju Arab Saudi

Joao Felix sempat digadang-gadang akan menjadi salah satu pemain terbaik di dunia. Sayangnya, tak ada kejelasan dalam kariernya selepas pindah dari Atetico Madrid. Kini, ia resmi berlabuh di Saudi bersama seniornya di Portugal, Cristiano Ronaldo.

oleh Deniz AkbarDiterbitkan 30 Juli 2025, 09:00 WIB
Pelatih Chelsea, Joao Felix menggigit jerseynya setelah gagal mencetak gol ke gawang Ipswich Town pada laga lanjutan Liga Inggris 2024/2025 di Portman Road, Ipswich, Inggris, Selasa (31/12/2024). (AP Photo/Richard Pelham)

Liputan6.com, Jakarta - Pada Desember tahun 2019, seorang pemain asal Portugal berhasil memenangkan gelar Golden Boy, sebuah penghargaan bagi atlet sepak bola muda terbaik di seluruh dunia.

Sosok tersebut adalah Joao Felix. Ia memenangkan penghargaan tersebut saat masih berseragam Benfica. Kala itu, Felix baru berusia 20 tahun dan menjalani musim yang fantastis bersama klub asal Portugal tersebut

Kecemerlangan Felix menarik minat klub-klub raksasa Eropa. Beberapa klub menanyakan situasi Felix kepada Benfica. Pada akhirnya, Atletico Madrid lah yang berhasil mengamankan jasanya dengan biaya 126 juta euro pada musim panas 2019.

Selepas kepindahan tersebut, karier Felix menjadi tak menentu. Ia gagal membuktikan bahwa kemampuannya setara dengan harga yang dibayarkan. Bahkan, ia harus berpindah klub sampai 3 agar tetap mendapat menit bermain yang cukup.

Dia lalu berlabuh di klub Arab Saudi, Al-Nassr. Kepindahan ini hanya berselang 5 tahun dari titik tertinggi kariernya sebagai pemain muda terbaik dunia.


Pemain Muda Menjanjikan

Gelandang Benfica Joao Felix berusaha melewati dua pemain Portimonense selama pertandingan Liga Portugal di stadion Luz, Lisbon pada 4 Mei 2019. (AFP Photo/Patricia De Melo Moreira)

Karier Joao Felix bermula dari tim akademi Porto yang kemudian berlanjut ke tim Portugal lainnya, Padroense. Penampilan apiknya di level junior membuat Benfica tak ragu untuk mendatangkan Felix muda ke Estadio da Luz.

Meskipun hanya bermain selama semusim bersama tim senior Benfica, Felix berhasil mencatatkan 16 gol dan 7 assists dalam 30 pertandingan. Hal tersebut membuat banyak klub top Eropa terus memantau situasinya sepanjang musim.

Jadi, penghargaan Golden Boy yang berhasil diraih Joao Felix bukan tanpa sebab. Bahkan, menurut Presiden Benfica Luis Felipe Viera, Joao Felix adalah salah satu talenta terbaik Portugal setelah Cristiano Ronaldo.


Kepindahan Prematur ke Atletico Madrid

Pemain Atletico Madrid Joao Felix merayakan golnya ke gawang Cadiz pada laga Liga Spanyol di Stadion Wanda Metropolitano, Sabtu (12/3/2022). (AP Photo/Manu Fernandez)

Joao Felix mendarat ke Madrid dengan status pemain muda terbaik yang baru semusim merasakan kompetisi senior. Tentunya, hal itu merupakan perjudian karier bagi sebagian pemain.

Dengan mahar selangit, baik manajemen maupun penggemar Atletico Madrid berharap ia mampu mengisi kekosongan pos lini serang yang baru saja ditinggal Antoine Griezmann yang memilih hijrah ke Barcelona.

Sayangnya, harapan itu tak pernah kejadian. Felix sulit beradaptasi dengan Liga Spanyol dan lebih sering bermain dari bangku cadangan selama di Atletico. Ia kemudian dipinjamkan ke Chelsea pada pertengahan musim 2023/2024.

Sejak itu, langkah Felix menemui jalan terjal. Ia sempat dipinjamkan ke Barcelona pada musim selanjutnya, sebelum dibeli permanen oleh Chelsea. Ia lalu dipinjamkan The Blues ke AC Milan pada awal tahun ini, namun tetap tak kunjung menemukan performa terbaiknya.


Berlabuh ke Arab Saudi

Pemain Portugal Cristiano Ronaldo (kiri) dan Joao Felix bereaksi pada pertandingan Grup A kualifikasi Piala Dunia 2022 di Stadion Josy Barthel, Luksemburg, Selasa (30/3/2021). (AP Photo/Olivier Matthys)

Di Al Nassr, Felix akan satu tim bersama seniornya yang juga merupakan megabintang Portugal, Cristiano Ronaldo, yang lebih dulu bergabung bersama klub tersebut sejak tahun 2023.

Liga Arab Saudi belakangan menjadi destinasi pemain Eropa untuk mendapat menit bermain ataupun menutup karier profesionalnya.

Felix harus memanfaatkan momen ini untuk mengembalikan kepercayaan diri dan performanya. Usianya yang masih tergolong muda dapat membuatnya kembali dilirik oleh liga-liga top Eropa.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya