Liputan6.com, Jakarta - Tim Puslabfor dari Bareskrim Polri mengungkap hasil pemeriksaan seluruh sampel organ ADP, diplomat Kemlu yang tewas dengan kepala dibungkus lakban kuning.
Dari hasil pemeriksaan seluruh sampel organ, tidak ditemukan senyawa toxic umum seperti pestisida, sianida, arsenik, alkohol, maupun narkoba.
Advertisement
"Namun ditemukan kandungan paracetamol dan chlorpheniramine pada berbagai jaringan dan cairan tubuh almarahum," ungkap AKP Ade Laksono dari Toksikologi Puslabfor Polri, Selasa (29/7/2025).
Ia menjelaskan, chlorpheniramine adalah sejenis antihistamin yang dapat meredakan gejala alergi serta memiliki efek seperti mengantuk. Kemudian paracetamol dapat meredakan nyeri.
"Kombinasi kedua senyawa tersebut biasa ditemukan dalam obat flu. Temuan ini menunjukkan adanya konsumsi obat sebelum kematian," ia menambahkan.
Dari 13 Bukti, Ada Satu yang Sangat Menarik
Tim Puslabfor dari Bareskrim Polri mengungkap temuan dari barang-barang yang ada di kost kostan milik ADP. Diplomat Kemlu yang tewas dengan kepala dibungkus lakban kuning.
Puslabfor Bareskrim Polri, Kompol Irfan Rofik menegaskan, pihaknya tidak menemukan adanya bercak darah atau benda yang mencurigakan milik orang lain di tempat ADP tewas.
"Seperti di kamar mandi dan kamar tidur tidak ditemukan milik orang lain," kata Irfan.
Irfan mengatakan, Puslabfor mendapatkan 13 barang bukti yang diamankan dari TKP. Seluruh barang tersebut diperiksa. Namun hanya satu yang menarik perhatian tim.
"Hanya satu yang sangat menarik ada pada sisa lakban di bonggol atau gulungan lakban terdapat DNA daripada ADP," tambah Irfan.