Selalu Gelisah, Kehilangan Harapan hingga Merasa Dilupakan Allah, Apa yang Harus Dilakukan?

Dua di antara seseorang merasa dilupakan atau ditelantarkan Allah adalah selalu gelisah dan kehilangan harapan. Lantas, apa yang mesti dilakukan seorang muslim?

oleh Nanik RatnawatiDiterbitkan 29 Juli 2025, 00:30 WIB
Ilustrasi doa, harapan, Islami. (Image on Freepik)

Liputan6.com, Jakarta - Setiap orang menghadapi beragam masalah dan ujian hidup. Ada masalah berat, ada pula masalah ringan dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi seorang muslim, ikhtiar, tawakal dan berserah diri kepada Allah adalah jalan terbaik untuk menyelesaikan masalah.

Namun begitu, respons tiap orang berbeda ketika berhadapan dengan masalah. Ada yang tabah dan tawakal, ada pula yang selalu gelisah dan dalam tingkat tertentu, sampai kehilangan harapan.

Kehilangan harapan merupakan indikasi bahwa dia jauh dari Allah dan dalam kondisi tertentu, merasa ditelantarkan Allah. Apabila terjadi hal demikian, maka dia adalah orang yang merugi.

Apakah Anda tahu, ternyata rasa gelisah yang tak kunjung pergi dan kehilangan harapan merupakan salah satu tanda merasa dilupakan Allah? Lantas apa yang harus dilakukan?

Berikut ini adalah beberapa tanda seseorang merasa dilupakan Allah dan cara mengatasinya agar menjadi hamba yang dekat dengan Sang Pemilik Kehidupan ini, melansir foodtechlab.uad.ac.id, Senin (28/7/2025).

 

Simak Video Pilihan Ini:

Tanda Dilupakan Allah dan Cara Mengatasinya

Ilustrasi tasbih, muslimah berzikir, berdoa. (Image by rawpixel.com on Freepik)

1. Hati yang Gelisah

Salah satu tanda yang jelas adalah perasaan gelisah dan tidak tenang di dalam hati. Jika seseorang merasa terus menerus cemas dan tidak bisa menemukan kedamaian, ini bisa menjadi pertanda bahwa hubungannya dengan Allah perlu diperbaiki.

2. Jauh dari Ibadah

Jika seseorang mulai merasa malas untuk beribadah, seperti shalat, membaca Al-Qur’an, atau berdoa, ini bisa menjadi tanda bahwa ia sedang jauh dari rahmat Allah. Keterputusan dalam melakukan ibadah dapat mengakibatkan rasa keterasingan.

3. Hilangnya Harapan

Merasa putus asa dan kehilangan harapan dalam menghadapi masalah bisa menjadi indikasi bahwa seseorang merasa ditelantarkan. Sikap pesimis ini sering kali muncul ketika kita tidak merasa ada pertolongan dari Allah.

4. Terjerumus dalam Dosa

Jika seseorang terjebak dalam perilaku yang tidak baik, seperti kebohongan, kemarahan, atau maksiat, ini bisa menunjukkan adanya jarak antara dirinya dan Allah. Ketika seseorang merasa tidak diperhatikan, ia mungkin mencari pelarian dalam hal-hal yang merugikan.

5. Kurangnya Rasa Syukur

Ketika seseorang tidak dapat menghargai nikmat yang ada, selalu merasa kurang, dan cenderung menyalahkan takdir, ini bisa menjadi pertanda bahwa ia merasa ditelantarkan oleh Allah.

6. Kesulitan Menerima Ujian

Ujian dan cobaan adalah bagian dari kehidupan. Jika seseorang kesulitan untuk menerima ujian dengan sabar dan ikhlas, ia mungkin merasa jauh dari pertolongan Allah.

Cara Mengatasi Perasaan Ditelantarkan oleh Allah

Ilustrasi muslim berzikir,berdoa. (Photo Copyright by Freepik)

1. Kembali kepada Allah

Meningkatkan ibadah dan doa. Memperkuat hubungan spiritual dengan Allah dapat membantu mengembalikan ketenangan dalam hati.

2. Bersyukur

Berlatih bersyukur atas nikmat kecil yang ada. Mengingat semua kebaikan dan rahmat yang telah diberikan Allah dapat mengubah perspektif.

3. Mencari Komunitas Positif

Bergabung dengan kelompok yang mendorong untuk beribadah dan melakukan kebaikan. Lingkungan yang baik dapat memberikan dukungan spiritual.

4. Refleksi Diri

Melakukan introspeksi untuk memahami kesalahan dan berusaha memperbaikinya. Menyadari bahwa semua orang berpotensi melakukan kesalahan adalah langkah awal menuju perbaikan.

5. Berdoa dan Memohon Ampunan

Meminta ampunan atas dosa-dosa yang telah dilakukan dan memohon petunjuk serta bimbingan dari Allah.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya