Liputan6.com, Jakarta Pembunuhan sadis terhadap seorang nenek yang akrab disapa Mbah Pat oleh cucunya sendiri berinisial T, asal warga Dukuh Kalisangku, Desa Gempolrejo, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, menyisakan cerita yang memilukan. Pasalnya, korban disembelih di kamar tidurnya.
Kasatreskrim Polres Blora , AKP Selamet, sebelumnya telah mengkonfirmasi dan berjanji akan memberikan informasi lebih lanjut setelah dari tempat kejadian perkara (TKP).
Advertisement
"Nanti kalau sudah ada informasi saya kabari," katanya pada awak media ini saat dihubungi melalui selularnya, Jumat (25/7/2025) malam.
Pada Sabtu (26/7/2025) pagi, awak media ini juga kembali mengkonfirmasi dan belum mendapatkan informasi lebih lanjut dari versi Satuan Korps Bhayangkara.
Meski begitu, versi warga mengungkapkan bahwa pelakunya setelah kejadian ini dibawa untuk berobat ke Rembang karena mengalami depresi .
" Bocahe depresi , iseh cilik lagi lulus SMA tahun iki (Bocahe depresi, masih kecil lagi lulus SMA tahun ini)," ujar warga yang enggan disebut namanya, kepada awak media ini.
Ia mengemukakan bahwa pelaku adalah orang tidak punya dan bapaknya sudah meninggal dunia. Sementara ibu, kerja kesehariannya cuman bikin sujen (tusuk sate).
“ Ndekne duwe adik, iku adik e wonge berkebutuhan khusus,” katanya.
Minta Sekolah Pelayaran
Menurutnya, pelaku sempat diminta oleh orang tuanya untuk bekerja di Kalimantan dan pulang cuti saat lebaran Idul Adha lalu.
" Terus wonge karepe iku emoh kerjo , pengen kuliah mergo wonge ki pintere emboh (Terus orangnya nggak mau kerja, ingin kuliah karena orangnya pinter banget)," terangnya.
Disampaikan bahwa bahwa saat pelaku sudah mendaftar di sekolah pelayaran dan sudah diterima, ibunya tidak memperbolehkan.
" Lha mbendino diseneni buk ane terus dikon balik kerjo eneh neng Kalimantan, terus saiki wonge setres (Setiap hari dimarahi ibunya terus diminta kembali kerja lagi di Kalimantan, terus sekarang orangnya stres)," katanya.
Ingin Bunuh Ibunya
Ia menuturkan, bahwa ibu pelaku akan dibunuh dan sudah dibawakan pisau. Mengetahuinya, sang ibu akan dibunuh kemudian bersembunyi di rumah tetangganya.
Pelaku kemudian mengunjungi rumah tetangganya untuk mencari sang ibu. Alih-alih sang ibu karena tidak mau keluar, sang anak kemudian melampiaskan ke hewan ternak.
" Sapine lek Paujan dibacok ndase jare. Pas ape mbacok iku yo muni Allohu Akbar (Sapi milik Om Paujan dibacok kepalanya. Pas mau membacok itu ya berucap Allohu Akbar)," tuturnya, yang saat itu sudah membunuh neneknya terlebih dahulu.
Saat ini, diketahui jenazah korban sudah dikebumikan dan sapi yang dibacok telah dijual pemiliknya. Informasi yang diperoleh, bahwa pihak kepolisian masih menyelidiki lebih lanjut terkait kasus yang terjadi.