5 Perusahaan Proses Pencatatan Saham di BEI, Mayoritas Aset Jumbo

Berikut aset perusahaan dan sektor saham yang sedang dalam pipeline pencatatan saham, rights issue dan penerbitan surat utang dan sukuk.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 27 Juli 2025, 11:45 WIB
BEI sempat menghentikan sementara perdagangan (trading halt) selama 30 menit pada Selasa (8/4/2025). (BAY ISMOYO/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan lima perusahaan dalam pipeline pencatatan saham atau listing di BEI.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna menuturkan, hingga 25 Juli 2025 telah tercatat 22 perusahaan yang mencatatkan saham di BEI dengan dana yang dihimpun mencapai Rp 10,39 triliun.

“Hingga saat ini, terdapat lima perusahaan dalam pipeline pencatatan saham di BEI,” kata Nyoman, seperti dikutip Minggu (27/7/2025).

Ia mengatakan, berdasarkan klasifikasi aset perusahaan yang kini berada dalam pipeline merujuk pada POJK Nomor 53/POJK.04/2017 antara lain:

  • 0 Perusahaan aset skala kecil (aset di bawah Rp 50 miliar)
  • 1 Perusahaan aset skala menengah (aset antara Rp 50 miliar-Rp 250 miliar)
  • 4 Perusahaan aset skala besar (aset di atas Rp 250 miliar)

Sementara itu untuk sektornya antara lain:

  • 2 perusahaan dari sektor basic materials
  • 0 perusahaan dari sektor consumer siklikal
  • 0 perusahaan dari sektor consumer nonsiklikal
  • 1 perusahaan dari sektor energi
  • 1 perusahaan dari sektor keuangan
  • 0 perusahaan dari sektor perawatan kesehatan
  • 0 perusahaan dari sektor industri
  • 0 perusahaan dari sektor infrastruktur
  • 0 perusahaan dari sektor properti dan real estate
  • 0 perusahaan dari sektor teknologi
  • 1 perusahaan dari sektor transportasi dan logistic

Penerbitan EBUS

Pekerja melintas di layar IHSG di BEI, Jakarta, Rabu (4/3/2020). IHSG kembali ditutup Melesat ke 5.650, IHSG menutup perdagangan menguat signifikan dalam dua hari ini setelah diterpa badai corona di hari pertama pengumuman positifnya wabah corona di Indonesia. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Selain itu, Nyoman menuturkan, hingga kini telah diterbitkan 113 emisi dari 65  penerbit efek bersifat utang dan sukuk (EBUS) dengan dana yang dihimpun sebesar Rp 129,2 miliar.

‘Sampai dengan 25 Juli 2025 terdapat delapan emisi dari lima penerbit EBUS yang sedang berada dalam pipeline,” ujar dia.

Untuk klasifikasi sektor antara lain:

  • 1 perusahaan dari sektor basic materials
  • 0 perusahaan dari sektor consumer siklikal
  • 0 perusahaan dari sektor consumer nonsiklikal
  • 2 perusahaan dari sektor energi
  • 1 perusahaan dari sektor keuangan
  • 0 perusahaan dari sektor perawatan kesehatan
  • 0 perusahaan dari sektor industri
  • 0 perusahaan dari sektor infrastruktur
  • 1 perusahaan dari sektor properti dan real estate
  • 0 perusahaan dari sektor teknologi
  • 0 perusahaan dari sektor transportasi dan logistik

Rights Issue

Layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat acara Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2022 di Jakarta, Jumat (30/12/2022). PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 59 perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) atau pencatatan saham sepanjang 2022. Pada penutupan perdagangan akhir tahun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup lesu 0,14% atau 9,46 poin menjadi 6.850,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sementara itu untuk rights issue hingga 25 Juli 2025 telah terdapat 10 perusahaan tercatat yang telah menerbitkan rights issue dengan nilai Rp 16,53 triliun.

“Serta masih terdapat empat perusahaan tercatat dalam pipeline rights issue BEI,” kata Nyoman.

Sektor perusahaan itu antara lain:

  • 2 perusahaan dari sektor basic materials
  • 0 perusahaan dari sektor consumer siklikal
  • 0 perusahaan dari sektor consumer nonsiklikal
  • 0 perusahaan dari sektor consumer siklikal
  • 0 perusahaan dari sektor energi
  • 0 perusahaan dari sektor keuangan
  • 1 perusahaan dari sektor perawatan kesehatan
  • 0 perusahaan dari sektor industri
  • 0 perusahaan dari sektor infrastruktur
  • 0 perusahaan dari sektor properti dan real estate
  • 0 perusahaan dari sektor teknologi
  • 1 perusahaan dari sektor transportasi dan logistik
Infografis Efek Donald Trump Menang Pilpres AS ke Perekonomian Global. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya