Samuele Ricci: Metronome Pengatur Irama Permainan AC Milan Racikan Allegri

Laga debut Samuele Ricci bersama AC Milan memang tak berujung kemenangan. Namun, ada hal menarik yang bisa disorot dari permainan gelandang anyar Rossoneri tersebut.

oleh Gia Yuda PradanaDiperbarui 25 Juli 2025, 14:35 WIB
Gelandang Timnas Italia, Samuele Ricci, mengontrol bola sembari menghindari penyerang timnas Prancis, Ousmane Dembele, saat laga pertama Grup A2 UEFA Nations League di Parc des Princes, Paris, Sabtu (7/9/2024) dini hari WIB. (Franck FIFE / AFP)

Liputan6.com, Jakarta Laga debut Samuele Ricci bersama AC Milan memang tak berujung kemenangan. Namun, ada hal menarik yang bisa disorot dari permainan gelandang anyar Rossoneri tersebut.

Ricci langsung menunjukkan kualitasnya meski baru pertama kali mengenakan seragam Milan. Permainannya begitu solid dan terorganisir, seolah gelandang 23 tahun Timnas Italia itu sudah lama berada di tim.

Allegri menempatkannya di posisi sentral, dan Ricci menjawab kepercayaan itu dengan tenang. Ia tak hanya menjaga aliran bola, tapi juga mengatur ritme permainan Milan.


Ricci Jadi Metronome di Tangan Allegri

Pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri. (AFP/Stefano RELLANDINI)

Dalam laga melawan Arsenal, Ricci tampak memainkan peran metronome di lini tengah Milan. Ia menjadi pengatur tempo, menjaga bola tetap bergerak dan tim tetap tenang.

Massimiliano Allegri memang dikenal menyukai gelandang tipe ini—yang bisa membuat permainan tim mengalir stabil. Ricci tampil efektif dalam distribusi bola dan mampu menyeimbangkan transisi antar lini.

Meski hasil akhir tak memihak Milan, Ricci mencuri perhatian lewat visi dan ketenangannya. Bagi Milanisti, ini pertanda baik dari sosok yang akan jadi sentral permainan.


Perjalanan Ricci dari Empoli ke Milan

Torino harus mengeluarkan dana sebesar 8,5 juta euro alias Rp129 miliar demi mengamankan tanda tangan Samuele Ricci dari Empoli. Pemain Timnas Italia U-21 ini merupakan gelandang serba bisa yang bisa diandalkan Il Toro musim depan. (AFP/Isabella Bonotto)

Ricci mengawali karier di Empoli, masuk skuad U-19 pada musim 2018/19. Ia mencatat debut profesional pada 2019, saat masih berusia 18 tahun.

Pada musim 2020/21, ia jadi andalan pelatih Alessio Dionisi sebagai mezzala. Ia mencetak gol perdananya saat Empoli menang 5-0 atas Salernitana, dan membawa klub promosi ke Serie A.

Prestasinya tak berhenti di situ. Ia dinobatkan sebagai pemain terbaik musim itu, meraih penghargaan Manlio Scopigno.


Torino Jadi Jembatan Menuju San Siro

Gelandang Torino, Samuele Ricci (tengah), menggiring bola pada lanjutan Liga Italia melawan Juventus. (MARCO BERTORELLO / AFP)

Ricci kemudian dipinjamkan ke Torino pada Januari 2022 dengan opsi pembelian permanen. Di sana, ia mencetak gol pertamanya untuk Torino saat melawan mantan klubnya, Empoli.

Selama dua musim bersama Il Toro, Ricci menunjukkan konsistensi di lini tengah. Ia pun jadi incaran Milan sejak 2020, tapi baru berhasil direkrut tahun ini.

Pada 3 Juli 2025, Milan resmi memboyong Ricci dengan harga €23 juta plus €1,5 juta bonus—setara sekitar Rp405 miliar. Ia meneken kontrak hingga 2029 dan memakai nomor punggung 4.

Sumber: Sempre Milan

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya