Jadwal Kongres PDIP Masih Teka-Teki, Said Abdullah: Tunggu Keputusan Ibu Ketua Umum

Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP), Said Abdullah, mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada informasi resmi mengenai waktu pelaksanaan kongres partai.

oleh Nayla ShabrinaDiperbarui 24 Juli 2025, 16:39 WIB
Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP), Said Abdullah. (Liputan6.com/Nayla)

Liputan6.com, Jakarta - Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP), Said Abdullah, mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada informasi resmi mengenai waktu pelaksanaan kongres partai. Menurutnya, keputusan kongres masih menunggu arahan dari Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.

“Sampe hari ini saya tidak mendengar apapun soal yang ditanyakan tadi. Kalau kader kapan pun siap, kami kan sudah terbiasa,” kata Said saat ditemui awak media di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (24/7/2025).

"Kongres menunggu keputusan Ibu Ketua Umum," tambahnya. 

Ia menyebut kader PDIP sudah terbiasa dengan arahan mendadak dan sigap menjalankan perintah partai. Bahkan, dalam pengalamannya sebagai Ketua DPP, Said menegaskan partai bisa langsung bergerak dalam waktu singkat.

“Seharusnya tidak ada istilah mendadak, karena di kami sudah biasa ketika ada commandor call," jelas Ketua Banggar DPR itu.

Saat ditanya apakah Megawati akan melanjutkan kepemimpinan sebagai Ketua Umum. Said merujuk pada hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDIP pada 2024.

“Kalau mengacu pada Rakernas tahun 2024, maka kongres itu bagi saya, tafsir saya terhadap keputusan Rakernas, adalah pengukuhan Ibu Megawati,” pungkasnya.

Kongres PDIP Tinggal Kukuhkan Megawati Sebagai Ketum

Ketua DPP PDIP, Djarot Saiful Hidayat memberi keterangan terkait Kongres V PDI Perjuangan tahun 2019 di Jakarta, Kamis (1/8/2019). Kongres dilaksanakan di Bali pada 8 Agustus 2019 dan mengambil tema Solid Bergerak Untuk Indonesia Raya. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Sebelumnya, Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Djarot Saiful Hidayat mengungkapkan, akar rumput atau para kader kompak meminta Megawati Soekarnoputri kembali menjadi Ketua Umum (Ketum) PDIP. Karena itu, Djarot menyebut agenda Kongres PDIP tinggal mengukuhkan Megawati saja sebagai ketum.

"Selalu saya sampaikan bahwa arus bawah ya itu menghendaki ketua umum tetap Ibu Megawati Soekarnoputri sehingga kongres tinggal mengukuhkan beliau sebagai ketua umum dan diberikan kewenangan penuh untuk menyusun kepengurusan DPP periode 2025-2030," kata Djarot di Sekolah Partai PDIP, Jakarta, Minggu (1/6/2025). 

Terkait jadwal kongres, Djarot menegaskan hal tersebut masih menunggu keputusan Megawati.

"Kongres tunggu keputusan ketua umum, karena anggaran dasar rumah tangga itu menyebutkan bahwa yang menentukan kapan kongres dilaksanakan adalah ketua umum," kata  Djarot.

Sebelumnya, Djarot Saiful Hidayat menyatakan, tidak ada bursa calon sekretaris jenderal (Sekjen) pada Kongres PDIP 2025.

Penunjukan Sekjen Hak Prerogatif Ketum

Djarot mengingatkan, keputusan menunjuk sekretaris jenderal sepenuhnya ada pada ketua umum terpilih. Sementara Megawati Soekarnoputri hampir dipastikan akan kembali terpilih menjadi Ketum PDIP.

"Untuk apa? Begini, dalam Kongres itu ketua terpilih itu mempunyai hak preogratif untuk menyusun kepengurusan, termasuk sekretaris jenderal," kata Djarot, di Sekolah Partai PDIP, Jakarta, Minggu (1/6/2025).

"Semuanya, ya. Sehingga tidak bisa dipisahkan, sekjennya, atau ketua-ketua yang lain, ya," sambungnya.

Menurut Djarot, tidak ada pemilihan sekretaris jenderal dalam kongres. Sebab, penyusunan kepengurusan sepenuhnya di tangan Ketua Umum Megawati Seokarnoputri.

"Nah, ini menjadi kewenangan penuh dari ketua umum. Karena yang dipilih, sekali lagi, yang dipilih oleh Kongres itu hanya ketua umum. Dan ketua umum kemudian sampai menyusun kepengurusan. Kenapa? Karena Kongres itu adalah institusi paling tinggi di partai. Forum tertinggi di partai," ujar Djarot.

Infografis Pidato Politik Megawati di HUT ke-52 PDIP. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya