Arwana Citramulia Catat Laba Rp 206,65 Miliar Sepanjang Semester I 2025

PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) mencatat penjualan tumbuh 16,53% dan laba naik 0,4% pada semester I 2025.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 24 Juli 2025, 06:00 WIB
Ilustrasi Laporan Keuangan, Laba, Rugi. Foto: Freepik/mindandi

Liputan6.com, Jakarta - PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA), emiten produsen keramik mencatat pertumbuhan penjualan dan laba hingga semester I 2025.

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Rabu (23/7/2025), PT Arwana Citramulia Tbk mencatat penjualan Rp 1,42 triliun, naik 16,53 persen hingga semester I 2025. Periode sama tahun sebelumnya, penjualan tercatat Rp 1,22 triliun.

Beban pokok penjualan naik 22,7 persen menjadi Rp 985,92 miliar dari periode sama tahun sebelumnya Rp 803,37 miliar.

Seiring hal tersebut, laba kotor naik 4,65% menjadi Rp 437,57 miliar hingga semester I 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 418,12 miliar.

Perseroan membukukan beban penjualan naik menjadi Rp 128,03 miliar dari periode sama tahun sebelumnya Rp 124,31 miliar. Beban umum dan administrasi bertambah menjadi Rp 44,68 miliar dari periode semester I 2024 sebesar Rp 39,36 miliar.  Perseroan mencatat kenaikan laba kurs menjadi Rp 3,73 miliar hingga semester I 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 723,22 juta.

Laba usaha naik 0,73% menjadi Rp 263,85 miliar hingga semester I 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 261,92 miliar. Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk naik tipis 0,4% menjadi Rp 206,65 miliar hingga semester I 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 204,17 miliar.

Total ekuitas turun menjadi Rp 1,75 triliun hingga 30 Juni 2025 dari Desember 2024 sebesar Rp 1,87 triliun. Liabilitas Perseroan naik menjadi Rp 830,35 miliar hingga semester I 2025 dari Desember 2024 sebesar Rp 783,82 miliar. Aset Perseroan susut menjadi Rp 2,5 triliun hingga Juni 2025. Perseroan kantongi kas dan setara kas Rp 165,67 miliar.

Penutupan IHSG pada 23 Juli 2025

Karyawan mengamati pergerakan harga saham di Profindo Sekuritas, Jakarta, Jumat (22/9/2023). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak hingga sentuh rekor tertinggi pada perdagangan Rabu (23/7/2025). Kenaikan IHSG didorong mayoritas sektor saham yang menghijau dan sektor saham teknologi pimpin penguatan.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup melompat 1,7% ke posisi 7.469,23. Indeks LQ45 bertambah 1,06% ke posisi 790,44. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

Pada perdagangan Rabu pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 7.469,23 dan terendah 7.354,99. Sebanyak 366 saham melonjak sehingga angkat IHSG. 228 saham melemah dan 203 saham diam di tempat.

Transaksi perdagangan saham cukup aktif pada perdagangan Rabu pekan ini. Total frekuensi perdagangan 1.635.480 kali dengan volume perdagangan 29,7 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 15,9 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.283.

 

Sektor Saham

Pejalan kaki melintas dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta, Senin (13/1/2020). IHSG sore ini ditutup di zona hijau pada level 6.296 naik 21,62 poin atau 0,34 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Seluruh sektor saham menghijau yang didorong sektor saham teknologi. Sektor saham teknologi naik 7,93%. Sektor saham energi menguat 0,81%, sektor saham basic menanjakk 2,05%, sektor saham industri naik 2,91%. Selain itu, sektor saham consumer nonsiklikal menguat 0,72%, sektor saham consumer siklikal naik 1,09%. Lalu sektor saham kesehatan menanjak 0,08%, sektor saham keuangan bertambah 0,53%, sektor saham properti naik 2,39%. Sementara itu, sektor saham infrastruktur menguat 0,07% dan sektor saham transportasi mendaki 0,79%.

Saham DCII meroket 19,99% ke posisi Rp 346.725 per saham. Harga saham DCII dibuka stagnan di posisi Rp 288.950 per saham. Total frekuensi perdagangan 553 kali dengan volume perdagangan 680 saham. Nilai transaksi Rp 22,3 miliar.

Saham GOTO melonjak 3,45% ke posisi Rp 60 per saham. Harga saham GOTO dibuka stagnan di posisi Rp 58 per saham. Harga saham GOTO berada di level tertinggi Rp 60 dan terendah Rp 58 per saham. Total frekuensi perdagangan 12.424 kali dengan volume perdagangan saham 37.597.428 saham. Nilai transaksi Rp 222,8 miliar.

Harga saham BELI turun 1,55% ke posisi Rp 382 per saham. Harga saham BELI dibuka stagnan di posisi Rp 388 per saham. Harga saham BELI berada di level tertinggi Rp 388 dan terendah Rp 380 per saham. Total frekuensi perdagangan 120 kali dengan volume perdagangan 8.981 saham. Nilai transaksi Rp 343,3 juta.

Infografis Efek Donald Trump Menang Pilpres AS ke Perekonomian Global. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya