Liputan6.com, Jakarta - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bertemu dengan pendiri Amazon, Jeff Bezos, di Gedung Putih pekan lalu. Pertemuan kedua tokoh ini berlangsung lebih dari satu jam.
Hal ini diungkap oleh dua orang yang mengetahui hal tersebut. Keduanya meminta untuk tidak disebutkan namanya karena isi pertemuan tersebut bersifat pribadi.
Advertisement
Dikutip dari CNBC, Rabu (23/07/2025), Amazon menolak memberikan komentar terkait pertemuan tersebut. Juru bicara Bezos juga belum memberikan tanggapan atas permintaan konfirmasi. Waktu dan tujuan pasti dari kunjungan tersebut belum diketahui secara jelas.
Sebuah jet pribadi Gulfstream G700 yang dikaitkan dengan Bezos tercatat mendarat di Dulles, Virginia, dekat Washington, pada 14 Juli, dan lepas landas keesokan harinya. Informasi ini diperoleh dari Jack Sweeney, seorang programmer yang melacak data penerbangan jet milik tokoh seperti Elon Musk, Bill Gates, dan lainnya.
Bezos, yang juga pemilik perusahaan roket Blue Origin, tampaknya mulai menjalin hubungan yang lebih dekat dengan Donald Trump selama masa jabatan keduanya.
Padahal, pada periode pertama Trump sebagai presiden, ia kerap melontarkan kritik tajam terhadap Bezos, terutama karena kepemilikannya atas The Washington Post.
Pujian Trump Buat Bezos
Jeff Bezos turut hadir bersama sejumlah CEO teknologi lainnya di atas panggung pada saat pelantikan Presiden Donald Trump pada Januari lalu, setelah menyumbangkan dana sebesar USD 1 juta untuk acara tersebut.
Pemerintahan Trump memuji langkah Bezos yang mereformasi halaman editorial The Washington Post agar lebih menekankan pada isu “kebebasan individu dan pasar bebas.”
Pada bulan April, Trump menyebut Bezos yang mundur dan jabatan CEO Amazon pada 2021, sebagai sosok yang “hebat” dan “orang baik,” setelah sang miliarder tersebut meyakinkan Trump bahwa Amazon tidak akan menampilkan biaya tambahan terkait tarif di situsnya, hal ini membuat Trump senang dan memujinya secara publik.
Belakangan, Bezos dikabarkan mencoba mengambil peluang dari retaknya hubungan antara Trump dan Elon Musk. Padahal sebelumnya, Elon telah menggelontorkan lebih dari 250 juta dolar AS untuk memenangkan Trump di periode keduanya, serta pernah memimpin inisiatif pemangkasan birokrasi bernama Department of Government Efficiency.
Peluang Kontrak Pemerintah
Bezos sendiri bersaing langsung dengan Musk, CEO SpaceX, melalui perusahaannya Blue Origin dan proyek internet satelit orbit rendah Amazon, Project Kuiper.
Setelah hubungan antara Trump dan Musk memburuk, Bezos dilaporkan beberapa kali berbicara langsung dengan Trump.
Sementara itu, CEO Blue Origin, Dave Limp, juga mengunjungi Kepala Staf Gedung Putih, Susie Wiles. Hal ini dilaporkan oleh The Wall Street Journal dengan mengutip sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut.
Menurut laporan, percakapan tersebut sebagian besar membahas peluang kontrak pemerintah.