Liputan6.com, Jakarta Bagi banyak lulusan baru, negosiasi tawaran kerja terasa lebih menakutkan dibanding ujian akhir. Survei yang dilakukan aplikasi perbankan Chime terhadap 2.000 lulusan perguruan tinggi yang dilakukan pada April lalu mengungkap bahwa 54 persen dari mereka menganggap proses negosiasi gaji lebih menyakitkan daripada putus cinta.
Menurut Janelle Sallenave, kepala divisi pengeluaran di Chime, ada beberapa alasan mengapa negosiasi gaji terasa begitu menantang bagi lulusan baru. Salah satunya adalah karena banyak dari mereka belum pernah atau bahkan sama sekali tidak pernah memiliki pengalaman menegosiasikan tawaran kerja sebelumnya, dilansir dari CNBC Make It, Rabu (23/7/2025).
Advertisement
“Itu bukan sesuatu yang dilakukan setiap hari, dan itu mungkin bukan pengalaman yang sudah sering Anda alami,” kata Sallenave.
Selain itu, lulusan baru sering kali kurang memahami gaji dan tunjangan yang seharusnya mereka harapkan dalam peran barunya.
“Sulit untuk memikirkan cara menilai nilai Anda, atau nilai pasar, jika Anda mau, tanpa memiliki pengalaman,” lanjutnya.
Tips Negosiasi Terbaik Bagi Lulusan Baru
Berikut ini, Sallenave membagikan sejumlah tips negosiasi terbaiknya khusus bagi para lulusan baru.
Lakukan Riset
Langkah pertama, pastikan Anda benar-benar memahami rata-rata gaji dan tunjangan untuk posisi, industri, dan wilayah tempat Anda melamar kerja.
“Jika Anda tidak familiar dengan hal tersebut, akan sulit bagi Anda untuk menilai nilai penuh dari tawaran pekerjaan yang ada di tangan Anda,” ujar Sallenave.
Lulusan saat ini memiliki keunggulan besar yang tidak dimiliki generasi sebelumnya yaitu akses ke internet. Platform seperti LinkedIn, Indeed, dan Glassdoor menyediakan informasi gaji dan tunjangan untuk posisi sejenis yang bisa dijadikan acuan dalam negosiasi.
“Ini adalah waktu yang tepat untuk menegosiasikan tawaran pekerjaan dibandingkan 10 atau 20 tahun yang lalu, ketika kita tidak memiliki informasi yang bisa ditemukan daring tentang gaji pasar,” kata Sallenave.
Tanyakan Tentang Manfaatnya
Paket tunjangan kerja sama pentingnya dengan gaji dan dalam beberapa kasus, juga bisa dinegosiasikan. Hal ini mencakup hal-hal seperti asuransi kesehatan, cuti berbayar, hingga fleksibilitas kerja.
“Pastikan Anda benar-benar memahami semua keuntungan tersebut sehingga Anda dapat melihat gambaran lengkapnya,” kata Sallenave.
Meskipun detailnya bervariasi tergantung posisi, Sallenave menyarankan lulusan baru untuk menanyakan soal asuransi kesehatan, kemungkinan bekerja dari rumah, serta peluang mendapatkan ekuitas dan bonus saat menegosiasikan tawaran kerja.
“Pikirkan cara-cara untuk benar-benar kreatif,” ujarnya. “Mungkin bukan menegosiasikan gaji yang lebih tinggi, tetapi mungkin menegosiasikan beberapa hari libur tambahan atau menegosiasikan sebagian biaya perjalanan Anda agar tercakup.”
Berikutnya
Berlatih Percakapan
Karena kebanyakan lulusan baru belum memiliki pengalaman dalam negosiasi kerja, Sallenave menyarankan mereka untuk berlatih terlebih dahulu agar lebih percaya diri saat menjalani percakapan tersebut.
“Dengan cara yang sama seperti Anda berlatih sebelum membuat presentasi besar di perguruan tinggi atau sekolah menengah,” katanya, “lanjutkan dan mainkan peran” negosiasi dengan teman atau anggota keluarga.
Melatih percakapan negosiasi dapat membantu Anda fokus pada hal-hal yang paling penting serta merumuskan cara terbaik untuk menyampaikan permintaan secara jelas dan percaya diri.