Karhutla Kian Meluas, Ratusan Manggala Agni Tambahan Dikirim ke Riau

Karhutla Riau kian meluas dan sulit dikendalikan dengan berbagai faktor sehingga ratusan personel Manggala Agni tambahan dikerahkan ke Bumi Lancang Kuning.

oleh M SyukurDiterbitkan 22 Juli 2025, 13:40 WIB
Personel Manggala Agni berjibaku memadamkan kebakaran lahan di Riau. (Liputan6.com/M Syukur)

Liputan6.com, Pekanbaru - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau tak terkendali. Dalam beberapa hari terakhir ratusan hektare lahan membara hampir di seluruh kabupaten dan kota di Bumi Lancang Kuning. Kondisi ini membuat pengerahan personel dari provinsi lain secara besar-besaran, termasuk bantuan helikopter water bombing. Ada 120 personel Manggala Agni yang didatangkan dari Jambi dan Sumatra Selatan.

 

BACA JUGA: Api Dekati Permukiman, Kebakaran Lahan Gambut Bikin Warga Kalang Kabut

Kepala Daops Manggala Agni Pekanbaru, Edwin menegaskan, penambahan kekuatan pemadam karhutla Riau ini adalah langkah krusial untuk membendung api yang mulai meluas, terutama di area-area rentan seperti Rokan Hilir (Rohil), Rokan Hulu (Rohul) dan Bengkalis. "Bantuan sudah datang dari Daops Jambi dan Palembang sudah mulai bergabung dengan tim Manggala Agni di Riau," ungkap Edwin, Senin petang, 21 Juli 2025.

Edwin menyebut medan yang ditempuh untuk pemadaman tak mudah. Kombinasi cuaca kering ekstrem, embusan angin kencang dan luasnya hamparan lahan gambut menjadi tantangan berat bagi tim pemadam di darat. "Penambahan ini sangat membantu kami dalam mengintensifkan operasi pemadaman," sebut Edwin.

Edwin menjelaskan, petugas mengandalkan kekuatan penuh, baik di darat maupun melalui dukungan udara berupa water bombing. Namun, di balik upaya ini, Edwin tak menampik bahwa ada kendala utama yang menghambat proses pemadaman, yakni ketersediaan air. "Kendala di lapangan ada beberapa tempat yang sumber airnya terbatas," jelas Edwin.

 

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Kesulitan Sumber Air

Edwin mencontohkan situasi di Kampar, di mana untuk mendapatkan air, petugas harus menggali sumber air baru secara manual. "Jika sudah dapat air maka disemprotkan ke lokasi kebakaran,” tuturnya.

Edwin kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Dampaknya tidak hanya masif menimbulkan kabut asap, tetapi juga berpotensi menjerat pelakunya ke ranah hukum.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya