Liputan6.com, Lampung - Misteri jasad pria tanpa kepala yang ditemukan di tepi Pantai Cukuh Pandan, Kecamatan Limau, Kabupaten Tanggamus, Lampung mulai menemui titik terang. Jasad tersebut diduga kuat merupakan Akbar Tanjung, 24 tahun, warga Kalibaru Timur, Cilincing, Jakarta Utara.
Pihak keluarga menduga jenazah yang ditemukan pada pekan lalu itu adalah Akbar, seorang nelayan yang juga bekerja sebagai pembeli ikan di kawasan pesisir utara Jakarta. Ayah korban, Abu Umaya, menyatakan keyakinannya berdasarkan sejumlah ciri fisik dan pakaian yang dikenakan jenazah. “Saat ditemukan, jenazah memakai celana pendek yang saya berikan langsung kepada anak saya,” kata Abu Umaya, Senin (21/7/2025).
Advertisement
Tenggelam di Laut Jakarta
Menurut Abu Umaya, Akbar terakhir kali menghubungi keluarga pada 6 Juli 2025 sekitar pukul 17.56 WIB. Dalam percakapan telepon itu, Akbar sempat berpamitan sebelum melaut. Tak lama kemudian, keluarga menerima kabar bahwa ia diduga jatuh dari perahu di sekitar perairan Pulau Bidadari dan Pulau Kelor, Jakarta Utara. “Katanya anak saya terpeleset dan jatuh dari perahu saat sedang bekerja. Setelah itu tak ada kabar lagi,” tutur dia.
Operasi pencarian pun dilakukan oleh tim Basarnas selama hampir dua pekan. Namun hasilnya nihil. Harapan keluarga mulai pupus, hingga kemudian mereka mendapat informasi soal penemuan jasad tanpa kepala di pantai pesisir barat Lampung. “Kami diberi tahu oleh saudara soal berita penemuan mayat di Tanggamus. Setelah kami lihat ciri-cirinya, kami langsung berangkat ke Lampung,” katanya.
Menanti Kepastian Lewat Hasil DNA
Setelah menghubungi Polres Tanggamus, keluarga pun menyerahkan sampel DNA sebagai pembanding untuk mencocokkan identitas jenazah. Meski sudah yakin dari pakaian dan ciri fisik lainnya, pihak keluarga tetap menunggu hasil uji ilmiah dari laboratorium forensik. “Kami percaya ini anak kami, tapi kami tetap ikuti prosedur. Semoga hasil DNA segera keluar,” ucap dia.
Kapolres Tanggamus, AKBP Rahmad Sujatmiko membenarkan bahwa pihaknya telah menerima sampel DNA pembanding dari keluarga korban. Saat ini, kata dia, pihaknya menunggu hasil resmi dari Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) untuk memastikan identitas jasad. “Proses identifikasi ilmiah masih berjalan. Kami akan sampaikan hasilnya begitu selesai dari laboratorium,” jelas Rahmad.