Liputan6.com, Manado - KM Barcelona V terbakar di Perairan Pulau Talisei, Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara, Sulut, pada Minggu (20/7/2025). Dalam tragedi kapal bermuatan 580 orang itu, tiga warga dinyatakan meninggal dunia, sedangkan dua lainnya masih dalam pencarian.
Setelah melalui proses evakuasi, dan penanganan medis post mortem, tiga jenazah korban meninggal dunia akibat terbakarnya KM Barcelona V itu diserahkan ke pihak keluarga pada, Senin (21/7/2025) siang. Penyerahan jenazah ini dipimpin oleh Kabid Dokkes Polda Sulut AKBP Tasriefdi di RS Bhayangkara, Manado. "Jenazah yang kami terima di RS Bhayangkara berjumlah tiga orang yang kemudian kami melakukan proses identifikasi sesuai standar DVI," ungkap Tasrief.
Advertisement
Dia mengatakan, ada sejumlah fase fase yang dilakui yaitu olah TKP, post mortem, dan antemmortem. Tahapan tersebut telah dilakukan sejak malam hari. "Tim kami terdiri dari Ahli Forensik dan tim Inafis," tuturnya.
Adapun tiga korban yang meninggal dunia akibat kebakaran KM Barcelona V di perairan Pulau Talise yaituAsna Lapae, (50) perempuan, Zakaria Tindiuling,(67) laki-laki, dan Juliana Gumolung (40) perempuan. Suasana haru menyelimuti Pelabuhan Manado, Senin (21/7/2025), saat tiga peti jenazah korban kebakaran KM Barcelona V tiba dengan mobil jenazah milik RS Bhayangkara Manado.
Ketiga jenazah yang menjadi korban dalam musibah maut di perairan Talise itu akan diberangkatkan ke kampung halaman masing-masing di Kabupaten Kepulauan Talaud. Saat peti-peti jenazah diturunkan dan dibawa masuk ke ruangan terminal pelabuhan, tangisan keluarga pecah. Suasana pilu menyelimuti kawasan pelabuhan. “Jenazah ini diberangkan kembali ke kampung halaman,” ujar salah satu keluarga korban.
Diberitakan sebelumnya, Basarnas Manado akhirnya mengeluarkan secara resmi data korban terbakarnya KM Barcelona V di Perairan Pulau Talisei, Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara, Sulut. Kebakaran KM Barcelona V yang melayani rute pelayaran Kabupaten Kepulauan Talaud menuju Kota Manado itu terjadi pada, Minggu (20/7/2025), sekitar pukul 14.00 Wita. “Untuk data sementara hingga Senin 21 Juli 2025 siang, jumlah korban sebanyak 580 orang. Tiga orang meninggal dunia, dan dua orang masih dalam pencarian,” ungkap Humas Basarnas Manado Nuriadin Gumeleng.