Polisi Gerebek Industri Diduga Produksi Oli Palsu di Tangerang, 8 Orang Diamankan

Polisi menggerebek industri di Benda, Kota Tangerang, yang diduga memproduksi oli palsu, Jumat (18/7/2025). Penggerebekan ini berawal dari laporan terkait maraknya oli palsu di pasaran.

oleh Pramita TristiawatiDiterbitkan 20 Juli 2025, 18:32 WIB
Penggerebekan pabrik diduga memproduksi oli palsu di Jalan Rawa Kompeni Kawasan Pabrik neti no. 118 C, Rt.001/004 Kelurahan Benda Kecamatan Benda Kota Tangerang. (Dok. Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Polisi menggerebek industri di Benda, Kota Tangerang, yang diduga memproduksi oli palsu, Jumat (18/7/2025). Penggerebekan ini berawal dari laporan terkait maraknya oli palsu di pasaran.

Kanit Krimsus Polres Metro Tangerang, AKP Rais, mengatakan, pihaknya langsung merespons cepat dengan melakukan upaya penindakkan terhadap dugaan produksi oli palsu tersebut.

"Kegiatan produksi oli palsu tersebut beralamat di Jalan Rawa Kompeni Kawasan Pabrik neti no. 118 C, Rt.001/004 Kelurahan Benda Kecamatan Benda Kota Tangerang, yang diduga pemilik usahanya melakukan kegiatan oli palsu tersebut berinisial I,"kata Rais, Minggu (20/7/2025).

Sebelumnya, pabrik atau gudang tersebut dapat memproduksi hingga 100 karton oli palsu dalam satu hari dengan berbagai merk. Seperti AHM, Federal, Yamalube, Shell dan lain-lain.

"Diduga, mereka melakukan kegiatan tersebut dengan cara oli bekas diberi pewarna sesuai dengan merk yang di produksi oleh gudang tersebut," katanya.

 

Beli Botol Kosong

Penggerebekan pabrik diduga memproduksi oli palsu di Jalan Rawa Kompeni Kawasan Pabrik neti no. 118 C, Rt.001/004 Kelurahan Benda Kecamatan Benda Kota Tangerang. (Dok. Istimewa)

Cara kerja pabrik adalah dengan membeli botol kosong polos, kemudian di tempelkan sticker oli berbagai merk, kemudian botol kosong tersebut diisikan oli sesuai dengan merk yang sudah di tempelkan di botol.

Setelah diisikan oli di botol tersebut, kemudian ditutup dengan mesin press. Lalu di-packing dan siap diperjualbelikan di wilayah Tangerang.

"Ada 8 orang diamankan, 7 di antaranya pekerja, 1 lagi adalah pemilik," katanya.

Aksi kriminalitas terus bertambah (liputan6.com/abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya