3 Transfer Terburuk Musim Panas 2025: Manchester United dan Tottenham Disebut Paling Boros

Bursa transfer musim panas 2025 kembali menghadirkan kejutan dan kontroversi. Salah satunya adalah tentang nilai yang dibayar klub terhadap pemain yang dibeli.

oleh Aga Deta AndityaDiperbarui 20 Juli 2025, 14:27 WIB
Sempat tertinggal akibat gol Bryan Mbeumo, Arsenal bangkit dan berbalik menang lewat aksi Gabriel Jesus, Mikel Merino, dan Gabriel Martinelli. (AP Photo/Kirsty Wigglesworth)

Liputan6.com, Jakarta Bursa transfer musim panas 2025 kembali menghadirkan kejutan dan kontroversi. Salah satunya adalah tentang nilai yang dibayar klub terhadap pemain yang dibeli.

Kini, klub tak lagi bisa belanja pemain seenaknya. Regulasi seperti Financial Fair Play dan Profit & Sustainability Rules membatasi pergerakan mereka.

Namun, studi terbaru dari Football Transfers menunjukkan bahwa masih ada klub yang menghamburkan dana terlalu besar. Dalam hal ini, Manchester United menjadi sorotan utama.

Tiga transfer disebut sebagai yang paling buruk secara nilai uang. Dua di antaranya berasal dari klub asal Old Trafford.


1. Bryan Mbeumo

Penyerang Brentford kelahiran Prancis, Kamerun, #19, Bryan Mbeumo, mengontrol bola di tengah kawanan merpati yang terbang di sampingnya dalam pertandingan Liga Primer Inggris antara Brentford dan Liverpool di Stadion Komunitas Gtech, London, pada 18 Januari 2025. (JUSTIN TALLIS/AFP)

Manchester United akhir mencapai kesepakatan transfer Bryan Mbeumo dari Brentford setelah negosiasi panjang. Namun, harga yang dibayar jauh melampaui nilai wajarnya.

United mengeluarkan dana sebesar 65 juta pounds untuk Mbeumo. Padahal, nilai pasar sang pemain hanya 37 juta pounds.

Artinya, Setan Merah membayar lebih dari 28,3 juta pounds dari estimasi yang seharusnya. Nilai tersebut hanya mencakup biaya transfer awal tanpa bonus tambahan.

Brentford diketahui enggan melepas pemain kuncinya ke rival di Premier League. Performa Mbeumo yang menyumbang 27 kontribusi gol musim lalu turut mempengaruhi banderolnya.


2. Matheus Cunha

Striker Brasil yang baru menjalani musim pertama bersama Wolverhampton Wanderers pada musim 2023/2024 menjadi pemain keempat alias terbaru yang sukses mencetak hattrick ke gawang Chelsea di Stamford Bridge pada era Premier League. Momen itu terjadi pada pekan ke-23 Premier League musim 2023/2024 saat timnya Wolverhampton Wanderers menang 4-2 atas Chelsea (4/2/2024). (AFP/Ben Stansall)

Matheus Cunha juga termasuk dalam daftar transfer dengan nilai tidak seimbang. United disebut membayar 62,5 juta pounds, atau 11,6 juta pounds lebih mahal dari nilai wajarnya.

Studi menyebut bahwa harga Cunha naik karena performa musim lalu yang melebihi ekspektasi. Namun, efektivitas itu belum tentu berulang secara konsisten.

Meski begitu, Cunha tampil heroik untuk Wolves musim lalu. Ia mencatat sembilan penghargaan Man of the Match, salah satu yang tertinggi di lima liga top Eropa.

Hal ini membuat United berspekulasi bahwa kontribusi individu Cunha bisa memberi dampak langsung. Meskipun harganya dianggap mahal, potensinya masih bisa dibenarkan.


3. Mohammed Kudus

Pemain West Ham, Mohammed Kudus melakukan selebrasi setelah mencetak gol keempat timnya ke gawang Freiburg pada laga leg kedua 16 besar Liga Europa 2023/2024 di London Stadium, Inggris, Jumat (15/03/2024) dini hari WIB. (AP Photo/Kirsty Wigglesworth)

Tottenham juga masuk dalam daftar klub yang disebut membayar terlalu tinggi. Mereka mendatangkan Mohammed Kudus dari West Ham seharga 55 juta pounds.

Padahal, nilai pasar Kudus hanya sekitar 45,6 juta pounds. Artinya, Spurs membayar kelebihan sekitar 9,6 juta pounds.

Namun, Kudus dinilai sebagai bagian penting dari rencana serangan Thomas Frank. Ia akan mengisi sisi kanan serangan bersama Son Heung-min dan Mathys Tel.

Pemain asal Ghana itu telah mencetak 22 kontribusi gol dalam dua musim terakhir. Jika performanya terus meningkat, harga yang dibayar mungkin akan terlihat masuk akal ke depannya.

Sumber: Give Me Sport

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya