Bahan Bakar SAF Jadi Cara Pertamina Patra Niaga Perkuat Transisi Energi

SAF merupakan bagian dari strategi jangka panjang dalam menyediakan energi lebih bersih dan berkelanjutan sekaligus mendukung target Net Zero Emission (NZE) 2060.

oleh Maulandy Rizky Bayu KencanaDiperbarui 19 Juli 2025, 21:48 WIB
Virgin Australia Airlines jadi maskapai internasional pertama yang menikmati layanan SAF PT Pertamina Patra Niaga dari Aviation Fuel Terminal (AFT) Ngurah Rai, Bali. (dok Pertamina)

Liputan6.com, Jakarta PT Pertamina Patra Niaga memperkuat perannya dalam mendukung transisi energi dan pengurangan emisi karbon di Indonesia melalui pengembangan produk bahan bakar rendah karbon, salah satunya adalah Sustainable Aviation Fuel (SAF).

Ini diungkapkan Direktur Perencanaan & Pengembangan Bisnis Pertamina Patra Niaga, Harsono Budi Santoso pada ajang gelaran Pertamina Investor Day 2025 di Jakarta, Rabu (16/7/2025).

Dia menyampaikan SAF merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam menyediakan energi lebih bersih dan berkelanjutan sekaligus mendukung target Net Zero Emission (NZE) 2060.

“Dalam dua tahun terakhir, kami telah melakukan tiga kali uji pasar SAF serta proses sertifikasi di seluruh rantai distribusi, mulai dari terminal BBM hingga depot pengisian bahan bakar pesawat udara. Ini kami lakukan untuk memastikan produk SAF yang kami distribusikan memenuhi standar industri dan siap digunakan oleh pelanggan (maskapai penerbangan),” ujar Harsono.

Lebih lanjut, Harsono menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat adopsi SAF secara nasional, sejalan dengan Peta Jalan SAF yang telah dicanangkan pemerintah.

“Kami tengah menjajaki kemitraan strategis dengan penyedia teknologi agar pengembangan SAF dapat dilakukan lebih luas. Ini merupakan langkah strategis kami dalam mendukung keberlanjutan energi dan mendorong pertumbuhan ekonomi hijau,” tambahnya.

Perhelatan Pertamina Investor Day digelar untuk menunjukkan upaya nyata perusahaan dalam mewujudkan keberlanjutan dan visi ESG jangka panjang Pertamina kepada para investor dan pemangku kepentingan, sekaligus menyelaraskan langkah perusahaan dengan ekspektasi investor global terhadap tata kelola lingkungan, sosial, dan keberlanjutan (ESG).

Produk Rendah Karbon Lainnya

Direktur Perencanaan & Pengembangan Bisnis Pertamina Patra Niaga, Harsono Budi Santoso pada ajang gelaran Pertamina Investor Day 2025 di Jakarta, Rabu (16/7/2025).

Selain SAF, Pertamina Patra Niaga juga telah meluncurkan produk bahan bakar rendah karbon lainnya seperti Biosolar dan Pertamax Green 95, yang menjadi bagian penting dalam perjalanan dekarbonisasi produk hilir Pertamina.

Dengan kesiapan infrastruktur dan pengalaman panjang dalam penyaluran energi, Pertamina Patra Niaga optimistis bahwa SAF akan menjadi game changer dalam mendukung komitmen Indonesia terhadap pengurangan emisi karbon sekaligus membuka peluang baru di sektor energi terbarukan.

“Kami percaya, SAF bukan sekadar produk, melainkan simbol kesiapan Indonesia memimpin transisi energi di sektor aviasi. Dengan dukungan infrastruktur dan pengalaman Pertamina, SAF diharapkan membuka jalan menuju masa depan yang lebih hijau,” tutup Harsono.

Uji Coba Perdana

Uji ground test dan uji terbang SAF pada pesawat komersial berjenis Boeing 737-800 NG dengan nomor registrasi PK-GFX milik maskapai Garuda Indonesia yang dilakukan pada Rabu (10/10/2023). (Foto: Istimewa)

SAF Pertamina saat ini telah memperoleh sertifikasi ISCC CORSIA (Carbon Offsetting and Reduction Scheme for International Aviation) dan ISCC EU (Renewable Energy Directive — European Union), yang menjadikan Pertamina Patra Niaga dapat memasarkan produk berkelanjutan sesuai ketentuan CORSIA dan RED EU.

Pada tahun 2023, Pertamina Patra Niaga berhasil melaksanakan uji coba perdana SAF untuk penerbangan komersial bersama Garuda Indonesia, dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) menuju Bandara Adi Soemarmo Solo (SOC).

Selain itu, Pertamina Patra Niaga sebelumnya juga telah sukses melakukan uji coba SAF pada ajang Bali International Airshow 2024 bersama sejumlah maskapai dan mitra strategis, di antaranya Citilink, Pelita Air, dan Virgin Australia, sebagai bagian dari komitmen mendukung pengembangan ekosistem aviasi rendah emisi di Indonesia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya