Liputan6.com, Jakarta - Peringatan Hari Anak Nasional setiap 23 Juli menjadi reflektif bagi semua pihak untuk memastikan bahwa hak anak di Indonesia tidak hanya diakui, tetapi juga terpenuhi. Salah satu hak yang kerap luput dari perhatian publik adalah hak bermain, padahal aktivitas ini memegang peran krusial dalam perkembangan fisik, emosional, sosial, hingga intelektual anak.
Menjawab hal tersebut, TNP Group memiliki inisiatif dan berkolaborasi dengan komunitas Sahabat Anak Cijantung dan MUGU, menggelar kegiatan bertajuk Karena Semua Anak Berhak Bermain dengan Bahagia pada 14 Juli 2025 di PAUD Sahabat Anak Cijantung, Jakarta Timur, dan melibatkan 20 anak berusia 5–7 tahun yang berasal dari lingkungan marginal.
Advertisement
“Di balik tawa anak-anak hari ini, ada pesan besar yang ingin kami suarakan: bahwa semua anak, tanpa terkecuali, berhak merasakan kebahagiaan dan masa kecil yang layak," kata HRGA Manager TNP Group, Mariana Farida seperti dikutip dari keterangan tertulis.
Mariana menyatakan, kegiatan dihelat adalah bagian dari komitmen kami untuk berperan serta dalam mendukung hak-hak anak di Indonesia, khususnya mereka yang hidup dalam keterbatasan. Dia berharap dapat memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendorong pemenuhan hak-hak anak. Menurut dia, Hari Anak Nasional bukan sekadar simbol perayaan, tetapi juga ajakan bagi seluruh masyarakat untuk melihat kembali kondisi nyata yang dihadapi banyak anak di luar sana.
“Kami percaya bahwa perubahan dimulai dari aksi kecil namun konsisten. Semoga melalui kegiatan seperti ini, lebih banyak pihak terdorong untuk mengambil bagian—karena anak-anak ini bukan sekadar penerus bangsa, mereka adalah warga negara hari ini yang perlu dilindungi dan diberdayakan,” yakin Mariana Farida.
Hak untuk Bermain
Senada dengan itu, Relawan Sahabat Anak Cijantung, Aris Hilmawan mengungkap salah satu hak anak yang paling mendasar namun paling sering diabaikan adalah hak untuk bermain. Sebab, tidak sedikit dari mereka yang tumbuh terlalu cepat karena harus bertahan hidup di jalanan.
"Kami bersyukur sekali, TNP Group dan MUGU hadir menemani mereka hari ini dengan tulus. Semoga ini bisa membuka lebih banyak mata dan hati untuk bergerak,” ungkap Aris.
Sebagai informasi, Sahabat Anak adalah organisasi berbasis relawan yang fokus pada perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak marginal, khususnya anak jalanan. Mereka bekerja untuk menyadarkan bahwa anak jalanan adalah anak yang memiliki martabat dan potensi yang sama.
"Dengan pendekatan persahabatan, kasih sayang, dan pembinaan, Sahabat Anak telah menjangkau ribuan anak sejak didirikan dan menjadi garda depan dalam perjuangan hak-hak anak marginal di kota-kota besar," Aris menutup.