Mantan Ketua KPK Disebut dalam Pemeriksaan Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi

Hal itu diungkapkan oleh Freddy Alex Damanik, Wakil Ketua Umum Relawan Projo, usai menjalani pemeriksaan di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kamis (17/7/2025).

oleh Ady AnugrahadiDiterbitkan 18 Juli 2025, 06:10 WIB
Presiden Ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi melaporkan kasus dugaan ijazah palsu ke Polda Metro Jaya (Liputan6.com/Nanda Perdana Putra)

Liputan6.com, Jakarta Nama mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad, turut disebut saat pemeriksaan saksi dalam kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo alias Jokowi.

Hal itu diungkapkan oleh Freddy Alex Damanik, Wakil Ketua Umum Relawan Projo, usai menjalani pemeriksaan di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kamis (17/7/2025).

"Saya ditanya, kenal tidak Abraham Samad. Saya bilang secara pribadi saya tidak kenal, tapi saya tahu," kata Freddy kepada wartawan.

Freddy mengaku tidak memberikan keterangan apa pun terkait hal-hal yang melibatkan Abraham Samad karena tidak memiliki informasi secara langsung.

"Kemudian (ditanya) apa yang kamu ketahui? Oh saya tidak tahu tentang apa yang dikontenkan atau informasi tentang Abraham Samad, jadi saya tidak memberikan keterangan apa pun tentang Abraham Samad," ucap Freddy.

Freddy mengatakan kepada penydik, mengetahui Abraham Samad hanya sebatas mantan ketua KPK.

"Saya ditanya kenal tidak Abraham Samad. Saya jawab saya tidak kenal secara pribadi, tapi saya tahu dia mantan ketua KPK. Dia aktivis, pengacara, dan sekarang saya bilang dia jadi podcaster atau YouTuber," ujar Freddy.

Dalam pemeriksaan, Freddy dicecar 42 pertanyaan seputar tuduhan ijazah palsu kepada Jokowi.

"Tentu saya dimintai keterangan terkait apa yang saya ketahui perkara fitnah pencemaran nama baik yang dilaporkan Pak Jokowi. Saya dihadirkan sebagai saksi dari pihak pelapor, Pak Jokowi tentunya. Dan saya dimintai keterangan lebih kurang 42 pertanyaan," jelas Freddy.

Freddy mengatakan penyidik sejauh ini belum menetapkan satu pun sebagai tersangka. Namun, ia menyebut terdapat sekitar 12 nama yang diduga sebagai terlapor dalam kasus ini antara lain Roy Suryo, Rismon, dan dokter Tifa.

"Tersangka belum ada, tetapi yang diduga dilakukan oleh ada kurang lebih 12 orang. Roy Suryo ada, Rismon ada, dr Tifa ada," kata Freddy.

 

Jokowi: Ada Agenda Besar Politik di Balik Isu Ijazah Palsu dan Pemakzulan Wapres

Presiden Indonesia ke-7 Jokowi masih menimbang peluang maju sebagai Calon Ketum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), gantikan anaknya Kaesang Pangarep. (Istimewa)

Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo alias Jokowi beranggapan bahwa terkait isu dugaan ijazah palsu yang terus digulirkan oleh Roy Suryo cs memuat agenda besar politik.

Tak hanya tudingan ijazah palsu Jokowi, laporan terkait isu pemakzulan terhadap putra sulungnya Gibran Rakabuming Raka yang menjabat sebagai Wakil Presiden (Wapres) juga bagian dari rangkaian skenario tersebut.

"Saya berperasaan memang ada agenda besar politik di balik isu-isu ijazah palsu, isu pemakzulan," kata Jokowi kepada wartawan yang menemuinya di kediaman pribadinya di Solo pada Senin (14/7/2025).

Menurut mantan Wali Kota Solo itu, tujuan dari agenda politik besar tersebut diduga untuk menurunkan nama baiknya selama dua periode menjabat sebagai Presiden RI. Meski demikian, ia tidak begitu memikirkannya karena merupakan hal yang biasa dalam politik.

"Ini perasaan politik saya mengatakan ada agenda besar politik untuk menurunkan reputasi politik, untuk men-downgrade. Ya buat saya biasa-biasa saja,” kata Jokowi.

Jokowi kembali menegaskan bahwa isu ijazah palsu dan isu pemakzulan Wapres Gibran merupakan salah satu skenario besar politik.

"Termasuk itu, ijazah palsu, pemakzulan Mas Wapres. Saya kira ada agenda besar politik. Dah biasa saja," ucap.

Dokter Tifa Kecewa Ijazah Jokowi Tidak Diperlihatkan Penyidik

Polda Metro Jaya terus memanggil sejumlah saksi dalam kasus ijazah palsu yang dilaporkan Presiden ketujuh RI Joko Widodo (Jokowi).

Jumat (11/7/2025), polisi memanggil Tifauziah Tyassuma atau yang lebih dikenal dengan nama dokter Tifa, sebagai saksi dalam kasus tersebut. Kepada wartawan, Tifa mengaku dicecar banyak pertanyaan.

 "Saya tadi total 1 jam 20 menit dengan 68 pertanyaan," kata dokter Tifa kepada wartawan usai diperiksa di Polda Metro Jaya.

Tifa menegaskan tidak keberatan untuk ditanya perihal kasus dugaan ijazah palsu Jokowi. Namun jika hal yang ditanya masih seperti 10 tahun lalu, maka hal itu dinilainya percuma.

"Saya tidak akan berkeberatan, saya akan dengan senang hati menjawab semua pertanyaan itu kalau ijazah itu hadir. (Tapi) karena pertanyaan semua berkaitan dengan ijazah yang menjadi polemik selama 10 tahun ini, ya tentu saya tanyakan dulu, saya klarifikasi dulu apakah ijazahnya ada. Soal ijazahnya tidak ada, ya kita percuma kan bertanya jawab gitu ya," jelas dia.

Menurut Tifa, jika menjawab pertanyaan namun ijazah Jokowi tidak ada, maka sama saja seperi berimajinasi.

"Kalau ijazah itu tidak ada, lalu diskusi kita akan ke mana nih, gitu kan. Jadi seperti berimajinasi semua gitu," ucap Tifa.

Sebagai peneliti, Tifa menyatakan berhak untuk memastikan keaslian ijazah Jokowi karena yang bersangkutan adalah pejabat publik. Karena itu dia mengaku kecewa karena dalam pemanggilannya hari ini pihak kepolisian tidak memperlihatkan ijazah Jokowi.

"Saya sebetulnya hari ini pun juga siap untuk diperiksa berjam-jam. Saya sudah siap mental. Saya ingin menyampaikan kebenaran, kan gitu. Tapi apa artinya, 68 pertanyaan yang itu saya jawab? Kalau tadi itu objek utamanya yaitu ijazahnya enggak hadir di sini," kata Tifa.

Infografis Sederet Tunjangan dan Fasilitas Pensiun Jokowi. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya