Ruben Amorim Tegas Bersihkan 5 'Primadona', Legenda Manchester United Percaya Era Kejayaan Akan Kembali

Ruben Amorim tak main-main dalam membangun mentalitas skuad Manchester United, bahkan mengambil langkah tegas dengan melarang lima bintangnya—Marcus Rashford, Alejandro Garnacho, Jadon Sancho, Antony, dan Tyrrell Malacia—bergabung dalam latihan pramusim.

oleh Ari Rachman PrayogaDiperbarui 17 Juli 2025, 23:38 WIB
Manajer MU Ruben Amorim saat pimpin latihan tim untuk kali pertama pada hari Senin (18/11/2024). (X/Manchester United)

Liputan6.com, Jakarta Ruben Amorim tak main-main dalam membangun mentalitas skuad Manchester United, bahkan mengambil langkah tegas dengan melarang lima bintangnya—Marcus Rashford, Alejandro Garnacho, Jadon Sancho, Antony, dan Tyrrell Malacia—bergabung dalam latihan pramusim.

Alasannya jelas: kelima pemain tersebut ingin hengkang, dan Amorim tak ingin pengaruh negatif mereka mengganggu konsentrasi skuad. Mereka baru dipersilakan kembali setelah tim berangkat ke tur pra-musim di Amerika Serikat.

Kebijakan keras Amorim ini justru mendapat dukungan dari mantan bek Manchester United, David May. Legenda yang pernah meraih treble pada 1999 itu menyebut Amorim sebagai sosok tepat untuk membawa The Red Devils kembali ke puncak.


Primadona Tak Punya Tempat di Manchester United

Pemain Manchester United, Marcus Rashford (kiri) merayakan gol kedua timnya bersama Jadon Sancho pada laga pekan ke-33 Liga Inggris 2022/2023 di Tottenham Hotspur Stadium, London, Jumat (28/04/2023) WIB. Laga berakhir dengan skor 2-2. (AP Photo/Alastair Grant)

May tak sungkan menyindir mentalitas beberapa pemain yang dianggapnya lebih mementingkan ego ketimbang kepentingan tim.

"Saya suka cara Amorim bekerja dan berbicara. Dia cocok untuk klub ini," ujar May dikutip The Sun.

"Tapi masalahnya ada pada pemain dan mentalitas mereka. Beberapa harus pergi. Manchester United butuh pemain yang rela berkorban, bukan yang hanya mengeluh."

May menegaskan, pemain seharusnya menyelesaikan masalah secara internal, bukan di media atau media sosial. "Lihat saja bahasa tubuh beberapa pemain, sangat tidak menghargai klub. Saya lebih memilih 10 pemain biasa yang bekerja keras daripada primadonna yang tak peduli," tegasnya.


Manchester United Fokus Bangkit

Pemain Manchester United, Rasmus Hojlund melakukan selebrasi setelah mencetak gol kemenangan timnya atas Brentford pada laga lanjutan Liga Inggris di Old Trafford, Manchester, Inggris, Sabtu (19/10/2024). (AFP/Oli Scarff)

Musim lalu, Manchester United finis di posisi ke-15—peringkat terburuk mereka sepanjang era Premier League.

Kegagalan di final Liga Europa juga membuat mereka absen dari kompetisi Eropa untuk kali kedua dalam 35 tahun.

Namun, May justru melihat hal ini sebagai sebuah berkah. "Kadang kita harus jatuh ke dasar dulu. Sekarang, tanpa gangguan Eropa, Amorim bisa fokus penuh pada liga. Ini kesempatan untuk memulai dengan baik," ujarnya.


Angin Segar dari Cunha dan Mbeumo

Matheus Cunha resmi bergabung dengan Manchester United (Dok. MUFC)

May juga menyoroti kedatangan pemain baru, yakni Matheus Cunha serta potensi bergabungnya Bryan Mbeumo dari Brentford. May menaruh rasa optimis terhadap dua pemain tersebut.

"Pramusim ini intinya adalah memasukkan pemain yang tepat dan mengeluarkan pemain tertentu. Matheus Cunha, ada sesuatu tentangnya, dia agak mirip Eric Cantona. Dia punya sifat yang menyebalkan. United membutuhkan itu dan saya yakin para penggemar akan sangat mengaguminya," kata May.

"Fakta bahwa Bryan Mbeumo mengatakan dia ingin datang ke sini – betapa senangnya mendengarnya? Dia tidak datang demi uang."


Optimisme David May

Saat ini, Manchester United masih berkutat di posisi 14 klasemen sementara dengan 22 poin dari 18 pertandingan. (HENRY NICHOLLS/AFP)

Dengan pendekatan tegas Amorim dan komitmen pemain baru, May optimis Manchester United bisa kembali bersaing di empat besar musim depan.

"Saya tidak melihat alasan mengapa kami tidak bisa mengejar empat besar musim depan. Tidak ada gangguan di Eropa, yang penting fokus pada setiap pertandingan liga," tukas May.

"Tak ada alasan untuk lelah atau mengeluh. Sekarang waktunya buktikan diri!" tandasnya.

Sumber: The Sun

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya