Liputan6.com, Probolinggo - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, melakukan penyauran air bersih kepada warga terdampak krisis air bersih akibat kemarau di Desa Tulupari, Probolinggo. Kepala Pelaksana BPBD Probolinggo Oemar Sjarief mengatakan, sebanyak 6000 liter air bersih didistribusikan menggunakan satu truk tangki kepada 30 kepala Keluarga (KK) , atau 90 jiwa yang saat ini kesulitan mendapatkan akses air bersih akibat kekeringan melanda wilayah tersebut, selama beberapa minggu terakhir.
“Kami telah mendistribusikan 6.000 liter air bersih kepada warga, sebagai komitmen kami menjamin kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi meski dalam kondisi sulit seperti ini. Kami terus memantau wilayah-wilayah rawan kekeringan, termasukm Desa Tulupaari,” ujar Oemar, Kamis (17/7/2025).
Advertisement
Ketika laporan keadaan itu masuk ke pihaknya, katanya, tim langsung bergerak cepat mengatasi persoalan itu, sebagai bagian dari upaya memastikan bahwa hak dasar masyarakat, terutama akses terhadap air bersih, tetap terjaga. BPBD Kabupaten Probolinggo bekerja sama dengan perangkat Desa Tulupari memastikan pendistribusian air tepat sasaran.
Ia menjelaskan dengan sinergi yang baik antara tim lapangan dan pemerintah desa maka bantuan air bersih dapat langsung diterima warga yang membutuhkan dengan tanpa hambatan. "Kami mengimbau seluruh kepala desa dan perangkat kecamatan untuk proaktif melaporkan kondisi kekeringan di wilayah masing-masing agar dapat segera ditindaklanjuti," katanya.
BPBD setempat akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengantisipasi kekeringan jangka panjang. “Semoga bantuan air bersih itu bisa memberikan manfaat bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” pungkasnya.