Liputan6.com, Jakarta PT Danareksa (Persero), sebagai Holding BUMN Danareksa, mengukuhkan komitmennya dalam mendukung agenda pembangunan nasional, khususnya akselerasi ekonomi biru, melalui kemitraan strategis dengan Direktorat Jenderal Penataan Ruang Laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Kemitraan ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama yang bertujuan memperkuat ekonomi pesisir berbasis kelautan serta mendorong pertumbuhan kawasan industri yang berkelanjutan. Langkah ini selaras dengan Asta Cita yang berfokus pada penguatan kedaulatan maritim dan pemerataan pembangunan.
Advertisement
Penandatanganan perjanjian penting ini berlangsung kemarin, 15 Juli, di Jakarta, di sela-sela Rapat Kerja Teknis Direktorat Jenderal Penataan Ruang Laut. Prosesi ini dihadiri oleh Direktur Utama PT Danareksa (Persero), Yadi Jaya Ruchandi, dan Direktur Jenderal Penataan Ruang Laut KKP, Kartika Listriana. Turut menyaksikan jalannya penandatanganan adalah Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, Bupati Kabupaten Batang M. Faiz Kurniawan, serta Wakil Walikota Semarang Iswar Aminuddin.
Danareksa Siap Dukung
Yadi Jaya Ruchandi menjelaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari mandat strategis Holding BUMN Danareksa dalam mengelola dan mengembangkan tujuh entitas kawasan industri secara terintegrasi. Tujuannya adalah untuk memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian dan masyarakat.
"Kolaborasi ini akan membuka jalan bagi pengembangan kawasan industri pesisir yang inklusif, modern, dan berkelanjutan. Melalui kesepakatan ini, Holding BUMN Danareksa siap memberikan dukungan penuh dalam bentuk penyusunan kebijakan hingga pendampingan investasi,” terang Yadi dalam keterangan tertulis, Rabu (16/7/2025).
Lingkup Kerja Sama
Lingkup kerja sama ini sangat luas, meliputi: dukungan dalam penyusunan kebijakan penataan kawasan pesisir, pengusulan proyek strategis nasional, peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM), pendampingan perizinan pemanfaatan ruang laut, serta business matching untuk menarik investor baik dari dalam maupun luar negeri.
Sebagai langkah implementasi awal, tiga kawasan industri yang berada di bawah Holding BUMN Danareksa – yaitu PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN), PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW), dan PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) – akan berperan aktif. Mereka akan berfokus pada pengembangan proyek-proyek strategis nasional yang berorientasi pada nilai ekonomi biru dan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
“Holding BUMN Danareksa berkomitmen untuk memastikan bahwa kolaborasi ini dapat menciptakan dampak jangka panjang dengan mengedepankan aspek keberlanjutan dan pemberdayaan komunitas lokal,” tambah Yadi.
Manfaatkan Jaringan Danareksa Industrial Park untuk Investasi Berkelanjutan
Dalam mewujudkan kerja sama ini, Holding BUMN Danareksa akan memanfaatkan kekuatan infrastruktur dan jaringan bisnis yang telah dibangun melalui Danareksa Industrial Park (DIP). DIP merupakan kawasan industri milik BUMN terbesar di Indonesia, dirancang sebagai kawasan yang modern, ramah lingkungan, dan terintegrasi. Fasilitasnya lengkap, mencakup akses tol langsung, terminal multipurpose, solar PV roofing, water treatment plant, pengolahan limbah modern, dan command center. Konsep one-stop investment solution yang ditawarkan menjadikan DIP sebagai destinasi utama investasi di Indonesia.
Saat ini, DIP tersebar di tujuh kota strategis dan mengelola lebih dari 7.800 hektare lahan industri. Ini telah berhasil menciptakan hampir 300.000 lapangan kerja dan menjadi rumah bagi lebih dari 1.600 tenant dari 25 negara, termasuk perusahaan global dari berbagai sektor industri yang mendukung hilirisasi.
“Kerja sama ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat daya saing kawasan industri Indonesia di level global, khususnya yang berbasis kelautan dan pesisir melalui terobosan-terobosan strategis dalam pembangunan ekonomi biru. Ke depannya, Holding BUMN Danareksa akan terus membuka ruang kolaborasi untuk menciptakan kawasan industri yang tangguh, inklusif, dan kompetitif secara global,” tutup Yadi.