PLTN Zaporizhzhia Diserang Drone Ukraina, Rusia: Aktivitas Operasional Tetap Berjalan Normal

Usai serangan, pihak PLTN Zaporizhzhia melakukan sejumlah langkah untuk memastikan reaktor nuklir aman.

oleh Teddy Tri Setio BertyDiterbitkan 15 Juli 2025, 13:04 WIB
Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Zaporizhzhia, pembangkit tenaga nuklir terbesar di Eropa, terkena serangan oleh pasukan Rusia. (AP)

Liputan6.com, Moskow - Pusat pelatihan di kompleks Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporizhzhia diserang tiga pesawat nirawak (drone) Ukraina pada Minggu (13/6/2025) malam, demikian disampaikan otoritas administrasi PLTN yang ditunjuk Rusia pada Senin.

Serangan drone tersebut terjadi sekitar 250 hingga 300 meter dari unit daya pertama PLTN. Beruntung, serangan ini tidak memicu kebakaran maupun kerusakan serius pada fasilitas utama. Namun, tim teknis masih melakukan investigasi untuk memastikan sejauh mana dampak yang ditimbulkan.

“Meski ada insiden ini, seluruh operasi PLTN tetap berjalan normal dengan penerapan langkah-langkah pencegahan yang ketat,” jelas pihak administrasi dalam pernyataannya.

Mereka juga menegaskan bahwa keselamatan operasional reaktor-reaktor nuklir masih sepenuhnya terjaga, dikutip dari laman Xinhua, Selasa (15/6).

Pusat pelatihan yang menjadi sasaran serangan tersebut diketahui memiliki simulator ruang kendali reaktor berskala penuh, yang berperan penting dalam melatih dan menguji kompetensi staf pengoperasian PLTN.

PLTN Zaporizhzhia sendiri terletak di dekat kota Energodar, di tepi kiri Sungai Dnieper. Kompleks ini memiliki enam reaktor dengan total kapasitas masing-masing sebesar 1 gigawatt, menjadikannya salah satu fasilitas tenaga nuklir terbesar di Eropa.

Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pihak Ukraina terkait laporan serangan ini. Sementara itu, kekhawatiran terus berkembang di kalangan internasional mengenai potensi risiko serangan terhadap instalasi nuklir di tengah konflik yang masih berkecamuk antara Rusia dan Ukraina.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya