Cek Kesehatan Gratis Serentak di Banyuwangi, Sasar 184 Ribu Anak dan Remaja Sekolah

Program pemeriksaan kesehatan gratis bagi anak dan remaja (usia 7 - 18 tahun) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, resmi dimulai di Banyuwangi. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan program ini sebagai deteksi dini penyakit dan meningkatkan kesadaran kesehatan.

oleh Hermawan ArifiantoDiterbitkan 16 Juli 2025, 19:00 WIB
Pemeriksaan gratis terhadap anak dan remaja di Banyuwangi dimulai (Istimewa)

Liputan6.com, Banyuwangi - Program pemeriksaan kesehatan gratis bagi anak dan remaja (usia 7 - 18 tahun) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, resmi dimulai di Banyuwangi. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan program ini sebagai deteksi dini penyakit dan meningkatkan kesadaran kesehatan.

"Kami meminta seluruh petugas kesehatan untuk turun aktif melakukan pemeriksaan deteksi dini ke siswa-siswa. Menjaga kesehatan sejak dini berarti menjaga masa depan bangsa kita," kata Bupati Ipuk, saat merilis program Kesehatan Gratis Anak dan Remaja di Banyuwangi di lokasi Sekolah Rakyat di Desa Tamansari, Kecamatan Licin Selasa (15/7/2025).

Ditambahkan Ipuk, program Presiden Prabowo ini merupakan komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas kesehatan generasi muda. Salah satunya dengan perluasan jenis pemeriksaan kesehatan gratis bagi anak sekolah yang dimulai pada tahun ajaran baru Juli 2025.

Program ini dirancang dengan menjangkau siswa-siswi dari berbagai jenjang pendidikan, yaitu Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Di Banyuwangi sasarannya ada 184.771 siswa. "Semua anak-anak 7-18 tahun akan diperiksa secara bergilir oleh petugas. Tidak hanya sekolah negeri, namun siswa sekolah swasta dan keagamaan juga akan dilakukan pemeriksaan. Selain pemeriksaan kesehatan umum, program ini menitikberatkan pada deteksi dini risiko gaya hidup tidak sehat dan skrining penyakit genetik yang penting untuk masa depan anak-anak Indonesia," imbuhnya. 

Misalnya, Ipuk menyebut masalah obesitas pada anak hingga deteksi dini dan edukasi tentang merokok. Sementara itu Plt Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi Amir Hidayat, mengatakan bahwa program cek kesehatan gratis (CKG) bagi anak usia 7-18 tahun ini bagian dari program CKG secara umum. Bedanya, untuk anak dan remaja dilakukan saat para siswa masuk sekolah bukan saat ulang tahun. 

13 Pemeriksaan untuk Siswa SD

BupatI Banyuwangi Ipuk Fiestiandani meninjau langsung proses pemeriksaan kesehatan gratis usia anak dan remaja di gedung sekolah rakyat, balai diklat Licin Banyuwangi (Istimewa)

"Teknisnya, petugas kesehatan akan datang ke sekolah-sekolah untuk memeriksa seluruh siswa secara bergilir. Targetnya hingga akhir tahun 2025 semua telah diperiksa. Rencananya mereka akan mendapatkan pemeriksaan setahun 2 kali," kata Amir. 

Jenis pemeriksaan kesehatan yang dilakukan untuk anak-anak SD sederajat mencakup 13 jenis pemeriksaan. Sementara itu, remaja yang bersekolah di SMP dan SMA sederajat menjalani 14 jenis pemeriksaan. Secara lebih rinci, 13 jenis pemeriksaan untuk siswa SD antara lain pemeriksaan telinga, mata, gigi, kesehatan mental, status gizi, hepatitis B, tekanan darah, kadar gula darah, tuberkulosis, kebiasaan merokok (untuk kelas 5-6), serta tingkat aktivitas fisik (untuk kelas 4-6).

Bagi siswa SMP, jenis pemeriksaan yang dilakukan sama seperti siswa SD, tetapi ditambah dengan pemeriksaan talasemia (khusus kelas 7) dan anemia pada remaja putri. "Dengan adanya program ini, pelajar dapat memperoleh perawatan medis lebih awal jika ditemukan masalah kesehatan," tambah Amir.

Infografis Tips Hadapi Cuaca Ekstrem agar Tetap Selamat. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya