Dirpolairud Polda Jatim Lakukan Penyelidikan Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya

Direktorat Polisi Air dan Udara Kepolisian Daerah Jawa Timur (Dirpolairud) mulai melakukan penyelidikan insiden tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya, berdasarkan beberapa temuan.

oleh Hermawan ArifiantoDiperbarui 15 Juli 2025, 11:13 WIB
KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Laut Selat Bali beberapa waktu lalu (Istimewa)

Liputan6.com, Banyuwangi - Direktorat Polisi Air dan Udara Kepolisian Daerah Jawa Timur (Dirpolairud) mulai melakukan penyelidikan insiden tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya. Penyelidikan dilakukan dengan meminta keterangan dari puluhan orang korban selamat dan anak buah kapal yang selamat.

"Kami berkolaborasi dengan Polresta Banyuwangi untuk pemeriksaan saksi-saksi insiden tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya," ujar Direktur Polairud Polda Jatim Kombes Pol Arman Asmara Syarifudin, Selasa (15/7/2025).

Arman mengatakan, penyelidikan kecelakaan laut tersebut akan mengedepankan penyelidikan criminal berbasis ilmiah atau scientific crime investigastion (SCI).

Dalam penyelidikan tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya itu, penyidik Polairud Polda Jatim juga melakukan pemindaian di dasar laut menggunakan side scan sonar untuk memetakan kondisi bangkai kapal.

Pemindaian sudah dilakukan menggunakan side scan sonar milik Polairud di lokasi objek kapal tenggelam bersamaan dengan kegiatan serupa yang dilakukan oleh tim SAR gabungan.

Dari hasil pemetaan di dasar laut, kondisi KMP Tunu Pratama Jaya dalam posisi terbalik di kedalaman sekitar 50 meter dari permukaan air di sisi selatan titik lokasi kapal tenggelam.

"Jika memungkinkan bangkai kapal diangkat, data-data penunjang tambahan akan semakin membantu proses penyelidikan. Semua proses penyelidikan akan menggunakan Scientific crime investigation, dengan menggunakan teknologi yang ada," papar Arman.

Data Posko Operasi SAR dan Potensi SAR Gabungan di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi menyebutkan hingga Senin (14/7/2025), jumlah korban selamat tercatat 30 orang, 18 korban ditemukan meninggal (3 proses identifikasi) dan 17 korban lainnya masih dinyatakan hilang.

KMP Tunu Pratama Jaya yang mengangkut 53 penumpang dan 12 ABK serta 22 unit kendaraan itu tenggelam pada Rabu, (2/7/2025).

Infografis Cuaca Ekstrem, Jakarta Siaga Banjir Besar? (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya