IHSG Ditutup Menguat 14 Juli 2025, CDIA hingga SSIA Jadi Pendorong

IHSG menutup perdagangan awal pekan ini dengan kenaikan meski tensi perdagangan global memanas. Sentimen positif datang dari surplus perdagangan China dan harapan perundingan dagang AS-Uni Eropa.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 14 Juli 2025, 19:05 WIB
Layar indeks harga saham gabungan menunjukkan data di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/1). Perdagangan bursa saham 2018 dibuka pada level 6.366 poin, angka tersebut naik 11 poin. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup perdagangan awal pekan, Senin (14/7/2025), di zona hijau, meski pasar global dibayangi ketegangan baru terkait kebijakan tarif Amerika Serikat.

IHSG menguat 49,71 poin atau 0,71 persen ke level 7.097,15. Namun, berbeda dengan indeks saham utama, indeks LQ45 justru melemah 1,12 persen atau turun 8,82 poin ke posisi 777,28.

“IHSG dan bursa regional Asia mengalami penguatan. Pasar tampaknya mengabaikan kabar mengenai Presiden AS Donald Trump yang mengumumkan tarif 30 persen atas impor dari Uni Eropa dan Meksiko mulai 1 Agustus 2025, yang meningkatkan tensi dagang global,” ujar Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment di Pilarmas Investindo Sekuritas, dikutip dari Antara, Senin (14/7/2025).

Meski pengumuman tarif memicu kekhawatiran, pelaku pasar memilih fokus pada respons positif dari Uni Eropa dan Meksiko. Kedua pihak memberi sinyal bahwa mereka siap kembali ke meja perundingan dengan pemerintahan Trump bulan ini, dengan harapan menegosiasikan pengurangan tarif.

Selain itu, data perdagangan China turut menjadi penopang sentimen pasar. Surplus perdagangan Negeri Tirai Bambu pada Juni 2025 melonjak menjadi 114,77 miliar dolar AS, naik dari 98,94 miliar dolar AS pada periode yang sama tahun lalu, dan melampaui proyeksi pasar yang sebesar 109 miliar dolar AS.

Kinerja ekspor China tumbuh 5,8 persen (year-on-year), melampaui estimasi 5 persen dan mencatatkan kenaikan dibanding Mei 2025 yang sebesar 4,8 persen. Sementara itu, impor naik tipis 1,1 persen, sedikit di bawah ekspektasi 1,3 persen, tetapi membaik dari penurunan 3,4 persen bulan sebelumnya. Capaian ini menunjukkan daya saing China yang tetap tangguh di tengah eskalasi perang dagang global.

Perdagangan IHSG Stabil di Zona Hijau

Pekerja melintas di depan layar yang menampilkan informasi pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/6/2020). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,34% ke level 5.014,08 pada pembukaan perdagangan sesi I, Senin (8/6). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

IHSG dibuka menguat dan bertahan di zona positif sepanjang dua sesi perdagangan. Momentum positif terus terjaga hingga penutupan pasar.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, lima sektor mencatatkan penguatan, dipimpin oleh:

  • Infrastruktur (+4,04%)
  • Energi (+3,49%)
  • Barang Baku (+2,08%)

Sementara itu, enam sektor lainnya terkoreksi, dengan pelemahan terdalam di sektor:

  • Barang Konsumen Non Primer (-1,80%)
  • Keuangan (-1,70%)
  • Transportasi & Logistik (-0,41%)

Saham Top Gainers dan Losers

Saham-saham yang mencatat penguatan tertinggi:

  • CDIA
  • MERI
  • SSIA
  • NRCA
  • PTRO

Saham-saham dengan penurunan terbesar:

  • CLAY
  • MFIN
  • IOTF
  • AKFI
  • SHID

Statistik Perdagangan

  • Frekuensi transaksi: 1.787.545 kali
  • Volume saham: 24,29 miliar lembar
  • Nilai transaksi: Rp19,07 triliun
  • Jumlah saham naik: 188 saham
  • Jumlah saham turun: 418 saham
  • Saham stagnan: 198 saham

Bursa Asia

Ilustrasi bursa saham Asia (Foto by AI)

Di kawasan regional, bursa Asia mencatat pergerakan campuran:

  • Nikkei turun 122,28 poin (-0,31%) ke 39.447,00
  • Hang Seng naik 63,75 poin (+0,26%) ke 24.203,48
  • Shanghai menguat 9,47 poin (+0,48%) ke 3.519,05
  • Straits Times menguat 21,20 poin (+0,52%) ke 4.109,17.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya